Ad imageAd image

Saat Musrenbang Jateng, Ganjar Sorot Aksi Klitih di Kabupaten Boyolali

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 108 Views
2 Min Read
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan penghargaan kepada kepala daerah di Jawa Tengah dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan, Kamis (14/4/2022). (Dok. Pemprov Jateng)

INDORAYA – Dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jawa Tengah 2022, Ketua Forum Anak Jawa Tengah, Alexander Jason Lee mengatakan, kasus kekerasan anak seperti aksi klitih, telah terjadi di Jateng. Dengan pelaku maupun korbannya adalah kalangan anak-anak.

“Kalau yang viral-viral sekarang kan adanya di Jogja. Ternyata masuk di Jawa Tengah. Kemarin saya lihat itu di Boyolali. Anaknya pakai samurai (red, pedang katana) umur 16, usia 17. Masih usia anak, masih pelajar, sudah melakukan klitih ke anak-anak,” kata Jason, Kamis (14/4/2022).

BACA JUGA:   Sandiaga Uno Siap Mundur Dari Menparekraf Untuk Maju di Pilpres 2024

Menurutnya, saat ini hal itu mendesak untuk segera dicegah karena telah menjamur. Sebab lagi-lagi, anaklah yang menjadi pelaku dan juga korban. Oleh karenanya, dalam Musrenbang tahun ini, Forum Anak berharap adanya pendidikan karakter.

“Belum ada pembangunan karakter untuk anak-anak. Kita kan ada bimbingan konseling. Realitanya bimbingan konseling, teman-teman saya takut. Karena malah gurunya jadi cepu, gurunya ember. Padahal harusnya guru-guru ini bisa menjadi orang yang mendidik. Jadi benar-benar mendidik, mengarahkan anak-anak biar tidak terjadi kekerasan,” ujarnya.

BACA JUGA:   Berbagai Strategi Akan Dilakukan Kapolri Saat Mudik Lebaran 2022

Jason menilai pendidikan karakter amat penting bagi pertumbuhan anak-anak. Sehingga anak-anak tidak hanya mendapatkan pelajaran umum di sekolah seperti halnya pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan lainnya, tapi juga mendapatkan pendidikan karakter.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pada Musrenbang tahun ini pihaknya memang konsisten mengajak atau melibatkan mereka yang harus mendapatkan perhatian seperti para disabilitas, anak-anak dan kelompok perempuan serta kelompok rentan lain.

“Penyandang disabilitas, anak-anak, kelompok perempuan. Ternyata itu cukup dominan. Sebagian besar pertanyaaan (di sesi diskusi Musrenbang) juga itu,” kata Ganjar.

BACA JUGA:   Diberlakukan 2 November, KPID Jateng Sebut Program Migrasi Serentak TV Digital Minim Sosialisasi

Ganjar juga menyampaikan pendidikan karakter adalah masukan yang bagus. Sebab hal itu akan membentuk karakter yang baik pada diri anak.

“Saya sangat setuju sekali dengan pendidikan karakter. Ini masukan yang sangat keren,” ucapnya.(FZ)

Share this Article