Ad imageAd image

Rusuh Suporter PSIS vs PSS di Semarang, Kapolda Jateng: Jomplang dengan U-17 di Solo

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 1k Views
3 Min Read
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi di Gedung Gradhika Bhakti Praja. (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengomentari kericuhan antarsuporter antarsuporter yang menodai pertandingan Liga 1 2023/2024 antara PSIS Semarang melawan PSS Sleman di Stadion Jatidiri Semarang pada Minggu (3/12/2023) sore.

Dia membandingkan insiden itu dengan Piala Dunia U-17 di Stadion Manahan Solo yang berlangsung aman dan tertib. Di mana waktu itu kepolisian melakukan Operasi Aman Bacuya pada 10 November hingga 4 Desember 2024.

Ahmad Luthfi menyayangkan insiden kerusuhan antarsuporter di Stadion Jatidiri beberapa hari usai Piala Dunia U-17. Menurutnya, kondisi kedua pertandingan sepak bola itu, meski sama-sama di Jawa Tengah, namun terkesan tak sebanding.

BACA JUGA:   Forkopimda Jateng Matangkan Kesiapan Hadapi Isu Strategis Pemilu Serentak 2024

“Begitu operasi Bacuya Aman U-17 selesai, kita pertandingan di Jatidiri rusuh. Jadi jomplang ini,” ujarnya dalam Rakor Forkopimda Kondusivitas Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (5/12/2023).

Dia mengatakan, Operasi Aman Bacuya 2023 itu bertujuan untuk mengamankan Piala Dunia U-17 di Stadion Manahan, Solo. Bahkan, pihaknya merasa bangga lantaran keduksesan pertandingan itu membuat Jateng, khususnya Solo, mendapat apresiasi dari semua pihak.

“Polda Jateng melakukan operasi tumpang tindih terus menerus, ada Operasi Aman Bacuya. Sepak bola internasional dan sudah mendapat apresiasi Presiden RI, Presiden FIFA, termasuk para pelari internasional, tepuk tangan pada wilayah keamanan solo yang telah mengamankan U-17,” bebernya.

BACA JUGA:   60 Orang Merasa Ditipu Sejoli Mahasiswa Semarang, Uang Arisan Rp 2 Miliar Raib Dibawa Kabur

Namun kondisi berbeda terjadi di Stadion Jatidiri karena pertandingan lokal antara PSIS vs PSS Sleman dinodai dengan aksi kerusuhan antarsuporter. Polda Jateng sangat menyayangkan kejadian tersebut.

Dia pun meminta agar kejadian di Stadion Jatidiri Semarang menjadi pembelajaran bagi Kasatwil, Kapolres, hingga para bupati/walikota agar tetap mengacu pada Perpol Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pengamanan Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga.

“Ini agar Perpol Nomor 10 secara terus-menerus bisa sebagai landasan kita. Internasional saja aman, lokal ini tukeran, piye jal (terus bagaimana)?,” ungkap Ahmad Luthfi.

BACA JUGA:   Hasil Hitung Cepat di Kantor Gerindra Kota Semarang Tunjukkan Prabowo-Gibran Unggul Sementara

Bahkan, untuk pertandingan sepak bola selanjutnya, Luthfi menyarankan agar tidak perlu menghadirkan penonton untuk meminimalisir kericuhan. Apalagi dalam waktu dekat akan ada Piala Soeratin yang digelar di Stadion Jatidiri Semarang.

“Ini pelajaran kita bersama, kita perlu duduk bersama menyikapi kegiatan. Mendatang ada Piala Soeratin, tempatnya sama di Jatidiri. Kalau tidak salah tanpa penonton, wes ra usah (sudah tidak usah) tanpa penonton biar tidak rusuh,” tandas Ahmad Luthfi.

Share this Article
Leave a comment