Ad imageAd image

Rumah Tua di Kota Lama Semarang Roboh, Pemkot Kaji Kemungkinan Pemugaran

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 753 Views
2 Min Read
Potret sebuah rumah tua di Jalan Kepodang, kompleks Kota Lama Semarang, yang roboh pada Senin (22/1/2024) sore saat hujan lebat. (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Sebuah bangunan tua di Jalan Kepodang, kompleks Kota Lama Semarang, roboh saat hujan lebat disertai sambaran petir pada Senin (22/1/2024) sore sekira pukul 16.30 WIB.

Diketahui bahwa rumah peninggalan masa kolonial Belanda itu dulunya bernama Butterworth Hoogendorpstraat. Rumah itu milik perorangan namun sudah beberapa tahun sudah tidak dihuni pemiliknya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Wing Wiyarso mengatakan bahwa bangunan yang roboh itu sudah lama tak terawat. Pihaknya juga sudah mengingatkan pemilik sejak lama agar memperlakukannya seperti bangunan cagar budaya.

BACA JUGA:   Warga Semarang Was-was Saat Angin Kencang, Takut Kena Pohon Tumbang

Berkaca jadi kejadian kemarin, Pemkot Semarang akan mengkaji kemungkinan rumah itu akan direstotasi atau dilakukan pemugaran untuk mengembalikan bangunan semirip mungkin dengan bentuk aslinya.

“Kita lihat apakah sisa bangunan ini masih aman atau tidak, karena kita khawatirkan ada hujan lagi bisa mengganggu hal lain karena hujan,” katanya di kompleks Balai Kota Semarang, Selasa (23/1/2024).

Pihaknya bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang sudah mengirimkan surat kepada pemilik agar merawat bangunan karena termasuk dalam kawasan cagar budaya.

BACA JUGA:   Ganjar Dikalahkan Prabowo di Kota Semarang, Hendi PDIP: Kita Jadikan Evaluasi

“Kalau restorasi ini kembali kepada komitmen pemilik bangunan, tapi kita sudah kirim surat dari TACB, Distaru, dan Disbudpar, menyiapkan surat agar segera menjaga melestarikan bangunan. Karena ini masih bisa dikatakan warisan budaya benda yang harus dijaga,” bebernya.

Wing bilang, jika pemilik bersedia jika bangunannya akan dilakukan restorasi, Pemkot Semarang sangat mendukung dan siap memfasilitasi.

“Kalau mau akan dilakukan restorasi, kita akan support dan memfasilitasi karena bangunan cagar budaya yang sangat berharga,” ungkapnya.

Menurutnya, banyak bangunan di kawasan Kota Lama yang milik perorangan. Namun pemiliknya banyak yang pindah ke luar kota bahkan luar negeri. Sehingga bangunan kurang terawat.

BACA JUGA:   Banjir Semarang di Pergantian Tahun 2023, Camat Genuk: Ini Memang Paling Parah

Lebih lanjut pihaknya terus mengimbau supaya bangunan di Kota Lama Semarang yang milik perorangan untuk dirawat dan dilestarikan untuk mendukung sektor pariwisata di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah tersebut.

“Kita sedang berusaha agar para pemilik bangunan, khususnya dari sektor privat atau bisa menyikapi imbauan dari Pemkot demi kelestarian bangunan cagar budaya. Kita termasuk TACB dan Distaru terus memonitor pergerakan kondisi ini,” tandas Wing Wiyarso.

Share this Article
Leave a comment