INDORAYA – Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat menindaklanjuti kondisi rumah tidak layak huni yang ditempati Kamijah (87), seorang lansia yang tinggal seorang diri di RT 4 RW 1, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, melakukan kunjungan mendadak ke lokasi pada Jumat (23/1) untuk memastikan penanganan segera dilakukan.
Dalam tinjauannya, Agustina memastikan Pemkot Semarang akan segera melakukan renovasi rumah tersebut agar lebih aman dan layak ditempati, mengingat kondisi fisik bangunan yang memprihatinkan dan usia penghuni yang sudah lanjut.
“Mulai awal Februari dilakukan pembangunan agar rumah ini menjadi lebih aman dan nyaman untuk ditempati. Kita fokuskan pada perbaikan bangunan agar Mbah Kamijah tidak lagi khawatir tinggal sendirian,” ucapnya.
Saat ini, Kamijah tinggal di bangunan batako berukuran kecil yang difungsikan sekaligus sebagai ruang tidur dan kamar mandi. Kondisi tersebut dinilai tidak memenuhi standar keamanan dan kesehatan, khususnya bagi lansia yang hidup mandiri.
Meski rumah tersebut berdiri di atas tanah milik keluarga dengan satu sertifikat, Wali Kota memastikan proses renovasi hanya menyasar aspek teknis bangunan. Pemkot Semarang, lanjutnya, akan menangani renovasi secara hati-hati tanpa mengganggu status kepemilikan lahan agar hak keluarga tetap terlindungi.
Agustina menegaskan, perbaikan rumah tidak layak huni ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam melindungi warga rentan, terutama lansia dan masyarakat kurang mampu.
“Program ini adalah komitmen kami untuk memberikan rumah yang layak huni bagi yang membutuhkan. Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi soal rasa aman dan ketenangan hidup. Kami tidak ingin ada warga, apalagi yang sudah lanjut usia dan tinggal sendiri, menghuni tempat yang tidak standar kesehatannya,” ungkapnya.
Pemkot Semarang memastikan program penanganan rumah tidak layak huni akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan, seiring dengan penguatan perlindungan sosial bagi kelompok rentan. Pendataan dan penyisiran lapangan akan terus dilakukan untuk memastikan warga yang membutuhkan mendapatkan intervensi tepat waktu.
“Kami akan terus proaktif menyisir, melakukan pendataan dan penanganan, terutama bagi warga lansia yang hidup sendiri dan membutuhkan perhatian khusus. Saya ingin semua warga Kota Semarang merasakan kenyamanan tinggal di rumah mereka sendiri di sisa usia mereka,” tutupnya.


