Ad imageAd image

Rumah Jabatan BI Jateng Ditetapkan Jadi Cagar Budaya di Semarang

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 873 Views
2 Min Read
Rumah Jabatan BI Jateng jadi cagar budaya. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Rukmah jabatan Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Provinsi Jawa Tengah, saat ini ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Hal itu, menambah deretan bangunan cagar budaya yang ada di Kota Semarang.

Kepala Perwakilan BI Jateng Rahmat Dwisaputra, menyampaikan BI telah merestorasi bangunan yang terletak di Jalan Letjen S Parman, Semarang. Menurutnya, BI berupaya mengembalikan bangunan berusia 1300-an itu ke desain awal sesuai rancangan Thomas Karsten di masa Hindia Belanda.

Lebih lanjut, Rahmat menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Semarang, terutama Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atas dukungannya hingga sertifikat cagar budaya diserahkan.

“Kali ini telah dilakukan penyerahan sertifikat cagar budaya dari Pemerintah Kota Semarang yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu,” kata dia, pada Minggu (4/2/2024).

Rahmat juga berharap bangunan cagar budaya itu bisa menjadi bagian dari khasanah bangunan cagar budaya yang ada di Kota Semarang.

“Seperti kita ketahui, saat ini Kota Semarang tengah berjuang untuk mendapatkan World Heritage dari Unesco. Harapannya ini menjadi satu bagian cerita dan sejarah bagi anak cucu kita nanti,” ungkap dia.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan bahwa bangunan milik BI yang dibangun tahun 1931 itu merupakan peninggalan karya arsitektur Herman Thomas Karsten.

“Alhamdulillah, ada tambahan lagi status cagar budaya, salah satu karya peninggalan Thomas Karsten yang ada di kota Semarang. Ini dibangun 1931,” jelasnya.

“Tentunya butuh ‘effort’ yang luar biasa karena butuh biaya yang tinggi untuk merestorasi bangunan cagar budaya,” sambung dia.

Perempuan yang akrab disapa Ita, mengaku kagum dengan perjuangan BI dalam dalam merestorasi bangunan itu. Apalagi, ada fasad bangunan yang sempat hilang dengan bentuk yang sama seperti desain awal bangunan di tahun 1931.

“Bangunan zaman dulu sangat luar biasa. Restorasi mulai dari ruang tamu, ruang makan, kamar tamu, kamar utama, termasuk aksesori, bahkan lampu dicari sesuai tahun bangunannya. Yang menarik lagi yakni kamar mandi dan dapurnya, dikembalikan seperti zaman dulu,” jelasnya.

Share this Article