Ad imageAd image

Ruang Kelas Tergenang Rob, SDN 3 Bandengan Kendal Tunda PTM 6 Jam Pelajaran

Sigit H
By Sigit H 87 Views
3 Min Read
Kondisi SD Negeri 3 Bandengan Kecamatan Kendal, saat rob surut, Senin (17/1/2022).

INDORAYA – Akibat sebagian ruang kelas tergenang air rob, di SD Negeri 3 Bandengan, Kecamatan Kendal menunda pembelajaran tatap muka 100 persen dengan enam jam pelajaran, yang sedianya dimulai Senin (17/1/2022).

Sekolah Dasar yang berada tidak jauh dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bandengan tersebut, memiliki 184 murid dan di sekolah itu terdapat dua bangunan, yang masing-masing bangunan memiliki tiga ruang kelas.

Ruang kelas di bangunan sebelah utara sudah ditinggikan, sehingga cukup aman digunakan untuk belajar karena terbebas dari air pasang. Sedangkan bangunan yang satunya di sebelah selatan belum ditinggikan, sehingga selalu terkena air rob.

Salah satu Guru di SD Negeri 3 Bandengan, Pramono mengungkapkan, kondisi banjir rob hampir terjadi tiap hari sejak dua tahun terakhir. Dijelaskan, rob datang tidak menentu, kadang datang mulai sore atau malam, kadang juga datang setelah dini hari atau pagi.

BACA JUGA:   Pengurus Cabang Satria Pemalang Gelar Konsolidasi Internal dalam rangka Menyambut Hari Jadi Gerindra Ke-14

“Jika rob datang setelah dini hari, maka air rob mulai surut setelah siang hari,” jelas Pramono, Senin (17/1/2022).

Dikatakannya, meski sudah sejak dua tahun terakhir di sekolah dan lingkungan sekitarnya terjadi rob yang mengakibatkan kelas terkena air, namun kegiatan belajar mengajar harus tetap dilaksanakan.

“Ya meski tidak nyaman, karena harus memakai sepatu bot, namun pelajaran harus tetap berjalan,” tandas Pramono.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 3 Bandengan Kendal, Siti Mardiyah mengatakan, kondisi tiga ruang kelas di bangunan sebelah selatan masih kotor akibat terkena rob, maka belum bisa digunakan untuk kegiatan belajar.

BACA JUGA:   Dorong Pemenuhan Gizi Anak dan Ibu Hamil, Heri Pudyatmoko: Jateng 2024 Harus Zero Stunting

Untuk itu kegiatan belajar masih menerapkan empat jam pelajaran dengan menggunakan tiga ruang kelas di bangunan yang sudah ditinggikan, secara bergantian atau dibagi menjadi dua shift.

“Kalau empat jam pelajaran, untuk PTM bisa dibagi dua shift, tetapi untuk PTM enam jam pelajaran, waktunya tidak bisa dibagi dua shift, maka hari ini terpaksa masih PTM empat jam pelajaran,” ungkap Mardiyah

Rencananya ruang yang terkena rob akan dibersihkan, sehingga mulai Selasa besok bisa digunakan untuk belajar, sekalipun rob datang.

BACA JUGA:   Beri Wadah Pelaku UMKM di Cilacap Utara, Bupati Tatto Launching Gedung Resolusi UMKM dan Mingser

“Para siswa dan guru harus memakai sepatu bot dan rencananya hari ini akan kami bersihkan, supaya besok bisa digunakan untuk belajar. Sehingga PTM enam jam pelajaran bisa dilaksanakan,” jelas Mardiyah.

Menurutnya, pihak sekolah sudah mengajukan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal agar segera dilakukan penanganan. Dan pada Desember 2021 lalu, dari pihak dinas sudah melakukan pengukuran ruang kelas yang terkena rob.

“Harapannya pada tahun ini bisa dilakukan rehab atau paling tidak untuk lantai ruang kelas ditinggikan. Supaya dampak air rob tidak sampai masuk kelas,” pungkas Mardiyah.(IR)

Share this Article