INDORAYA – Indonesia dinobatkan sebagai negara dengan tingkat kesejahteraan dan kebahagiaan tertinggi di dunia berdasarkan riset terbaru Universitas Harvard. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Mental Health melalui studi bertajuk Global Flourishing Study.
Riset tersebut melibatkan lebih dari 203.000 responden dari 22 negara dengan pengukuran kesejahteraan menyeluruh (flourishing). Indikator yang digunakan mencakup kesehatan, kebahagiaan, makna hidup, karakter, hubungan sosial, ketahanan finansial, hingga spiritualitas.
Hasil penelitian menunjukkan Indonesia menempati posisi teratas sebagai negara dengan tingkat flourishing paling tinggi. Posisi selanjutnya ditempati Israel, Filipina, dan Meksiko. Sementara itu, negara maju seperti Amerika Serikat berada di peringkat ke-12 dan Inggris di urutan ke-20 dari total 22 negara yang disurvei.
Para peneliti menekankan bahwa kesejahteraan tidak semata-mata ditentukan oleh kekayaan ekonomi atau kesehatan fisik.
“Berkembang itu multidimensi, dan berbagai negara berkembang dengan cara yang berbeda,” tulis tim peneliti dalam studi mereka, dikutip dari Daily Mail, Minggu (11/1/2026).
“Banyak negara maju memang mencatat skor tinggi dalam hal keamanan finansial, namun justru rendah dalam aspek makna hidup, hubungan sosial, dan karakter pro-sosial,” sambungnya.
Dalam studi tersebut, responden dievaluasi berdasarkan tujuh variabel utama serta data demografis, seperti usia, jenis kelamin, status pernikahan dan pekerjaan, pendidikan, kondisi kesehatan, agama, hingga riwayat kehidupan pribadi.
Indonesia mencatat skor kesejahteraan tertinggi sebesar 8,3. Disusul Israel dengan skor 7,87, Filipina 7,71, Meksiko 7,64, dan Polandia 7,55. Capaian ini menunjukkan bahwa meskipun Indonesia bukan negara dengan tingkat pendapatan tertinggi, kualitas hubungan sosial dan karakter pro-sosial masyarakatnya dinilai sangat kuat.
Sebaliknya, Jepang tercatat sebagai negara dengan tingkat flourishing terendah dengan skor 5,89, diikuti Turki (6,32), Inggris (6,79), India (6,87), dan Spanyol (6,9). Menariknya, meskipun Jepang tergolong negara kaya dan memiliki angka harapan hidup tinggi, responden di negara tersebut paling jarang menyatakan memiliki teman dekat.
Peneliti menilai keunggulan Indonesia terletak pada aspek relasi sosial dan karakter pro-sosial yang mendorong keterikatan antarindividu dan kekuatan komunitas. Faktor inilah yang menjadi penopang utama kesejahteraan masyarakat.
Temuan riset Harvard ini menegaskan bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan tidak selalu berbanding lurus dengan kondisi ekonomi. Studi tersebut juga mencatat bahwa tingkat kesejahteraan cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.
Hasil ini sekaligus memperkuat pandangan bahwa negara berpenghasilan rendah hingga menengah seperti Indonesia mampu menunjukkan performa unggul dalam indikator kesejahteraan menyeluruh di tingkat global.


