Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Ringankan Beban Warga, PT JTAB Bersama Pemprov Jateng Ribuan Kali Gelar Gerakan Pangan
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Ringankan Beban Warga, PT JTAB Bersama Pemprov Jateng Ribuan Kali Gelar Gerakan Pangan

By Redaksi Indoraya
Jumat, 19 Sep 2025
Share
3 Min Read
Kegiatan Gerakan Pangan Murah Pemprov Jateng dan PT Jateng Agro Berdikari di Halaman Kantor Desa Karanggedong, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Selasa (15/7/2025)
SHARE

INDORAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) bersama PT Jateng Agro Berdikari (JTAB), Bank Jateng, dan sejumlah BUMD lainnya, terus menggalakkan gerakan pangan murah.

Total hingga 19 September 2025, gerakan pangan murah sudah terlaksana hingga 1.565 kali di Jateng. Program ini bertujuan menjaga stabilitas harga pangan, menjamin ketersediaan bahan pokok di lapangan, serta mengendalikan inflasi daerah.

Program yang juga melibatkan pemerintah kabupaten/kota ini juga bertujuan untuk meringankan beban warga di tengah fluktuasi harga bahan pokok.

Sebaran kegiatan telah menjangkau seluruh daerah di Jawa Tengah. Dari kegiatan tersebut, tercatat omzet penjualan sekitar Rp37 miliar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Dyah Lukisari mengatakan, gerakan pangan murah ditujukan untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengendalikan harga pangan.

“Komoditas yang dijual antara lain beras, jagung, minyak, daging, serta bahan pokok lain yang berada di atas harga acuan pembelian,” ucap da.

Plt Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Jateng Sri Brotorini menambahkan, kegiatan tersebut juga menyasar kelompok pekerja. Hal ini ditandai dengan pelaksanaannya yang dilakukan di pabrik dan kawasan industri.

Selain itu, Pemprov Jateng menyiapkan program fasilitasi distribusi pangan untuk memperkuat ketersediaan di kios pangan murah serta intervensi pada komoditas yang defisit.

Hingga kini terdapat 428 kios pangan murah yang beroperasi di Jawa Tengah. Sebagian berasal dari usulan Koperasi Desa/kelurahan (Kopdes) Merah Putih.

“Dari total 8.523 koperasi yang ada, baru 64 yang mengajukan diri untuk bergabung. Sedangkan ada 46 koperasi yang sudah terealisasi menggunakan dukungan dana fasilitasi distribusi pangan,” imbuhnya.

Meski masih terbilang relatif sedikit, kata Sri, ke depan pihaknya akan terus dorong agar Kopdes Merah Putih bisa berkembang dan memperkuat akses masyarakat terhadap pangan murah.

Dalam rapat koordinasi bidang pertanian, peternakan, dan ketahanan pangan yang digelar Kamis (18/9), Pemprov Jateng juga membahas langkah jangka panjang.

Salah satu agenda yang didorong adalah menciptakan konektivitas produk unggulan di setiap kabupaten/kota agar Jawa Tengah bisa lebih banyak memenuhi kebutuhan pangan dari hasil produksi sendiri.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa GPM dan program distribusi pangan merupakan bentuk nyata hadirnya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.

Ia juga menyampaikan rencana jangka panjang untuk menjaga ketahanan pangan, termasuk menghubungkan produksi unggulan dari setiap kabupaten/kota agar Jawa Tengah dapat memenuhi kebutuhan pokok dari hasil produksi sendiri.

“Saya mengapresiasi kerja keras semua pihak yang telah menjalankan GPM. Ini langkah nyata mendukung ketahanan pangan di Jawa Tengah,” ucapnya. [Adv]

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Desa Tempur Jepara Tak Lagi Terisolasi, Penanganan Banjir Terus Berlanjut Selasa, 13 Jan 2026
  • Apple Gandeng Google, Gemini Disiapkan Jadi Fondasi AI di iPhone dan Siri Selasa, 13 Jan 2026
  • Program Demak Cerdas Perluas Akses Internet SMP Negeri, Perpustakaan Digital Jadi Fokus Selasa, 13 Jan 2026
  • Belum Naik, Harga Daging Sapi di Batang Masih Stabil Awal Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • Dilanda Cuaca Ekstrem dan Banjir, Kudus Siaga Bencana Hingga 19 Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • 530 Hektare Lahan di Batang Bakal Ditanami Padi Biosalin Tahun Ini Selasa, 13 Jan 2026
  • Pemerintah Siap Ekspor Beras Awal 2026, Bulog Disiapkan Serap Panen Raya Selasa, 13 Jan 2026

Berita Lainnya

Jateng

Dilanda Cuaca Ekstrem dan Banjir, Kudus Siaga Bencana Hingga 19 Januari

Selasa, 13 Jan 2026
Jateng

Jepara Kucurkan Rp7,7 Miliar Alsintan untuk Petani, Dorong Produktivitas dan Ketahanan Pangan

Selasa, 13 Jan 2026
Jateng

Ratusan Siswa Grobogan Diduga Keracunan MBG, Pemprov Jateng Turun Tangan

Selasa, 13 Jan 2026
Daerah

Bus DAMRI Karimunjawa Jepara Resmi Beroperasi Tahun Ini, Tarif Rp7.000 Per Orang

Selasa, 13 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?