Ad imageAd image

Ribuan Polisi Dikerahkan Amankan Demo May Day di Kota Semarang, Begini Pesan Wakapolrestabes Semarang

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 712 Views
3 Min Read
Ilustrasi personel kepolisian sedang melakukan pengamanan aksi di depan Kantor Gubernur Jateng. (Foto: Dickri Tifani Badi)

INDORAYA – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang, Jawa Tengah (Jateng), mengerahkan 950 personel untuk mengamankan aksi May Day atau Hari Peringatan Buruh Internasional pada hari ini (1/5/2024), di depan Kantor Gubernur Jateng dan DPRD Jateng.

Tidak hanya dari Polrestabes Semarang saja, ada sebanyak 450 personel dari Polda Jateng untuk membantu mengamankan aksi tersebut.

Total keseluruhan dari personel pada hari ini yang diterjunkan yakni sebanyak 1.400 personel. Penerjunan personel kepolisian ini bertujuan agar berjalan dengan tertib dan aman.

Wakapolrestabes Semarang, AKBP Wiwit Ari Wibisono, memastikan bahwa pengamanan dari pihaknya maupun jajaran Polda Jateng itu akan berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh Undang -Undang.

BACA JUGA:   Pendaftaran Komisioner KPU Kabupaten/Kota di Jateng Dibuka, Berikut Jadwal dan Persyaratannya

“Kita masih menunggu hari ini ada dua kelompok lagi yang akan datang dan kita siapkan sekitar 1.400 personel. Terdiri dari 950 personel Polrestabes dan sisa dibantu dari Polda Jateng,” kata AKBP Wiwit di lokasi kejadian, Rabu.

Informasi yang dihimpun Indoraya, aksi peringatan hari buruh Internasional di Kota Semarang ini akan digelar secara bergelombang.

Total ada empat serikat buruh yang berencana menyuarakan aspirasinya di Kantor Gubernur Jateng pada May Day 2024.

Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN), Aliansi Masyarakat Sipil Jawa Tengah, Dema UIN Walisongo yang berlangsung pada pagi-siang hari dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pada sore hari.

BACA JUGA:   Tinggi Gelombang di Perairan Pansela Jateng Capai 5 Meter, Nelayan Diimbau Libur Melaut

Pantauan Indoraya pada aksi pertama atau pagi hari, petugas tampak bersiaga di depan gerbang mengawal proses demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah elemen buruh. Selain melakukan pengamanan unjuk rasa, kepolisian juga melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah lokasi.

Terkait adanya aksi ini, Wiwit menjelaskan, pihaknya memberlakukan rekayasa lalu lintas yang bertujuan agar masyarakat yang sedang melakukan aktivitas tidak terganggu oleh kegiatan demonstrasi.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada para demonstrasi selama mengemukakan pendapat di muka umum untuk dilakukan dengan damai dan tertib.

BACA JUGA:   Baznas Jateng Target Renovasi 1.000 RTLH, Bantu Percepat Pengentasan Kemiskinan

“Iya tetap ada pengalihan arus lalu lintas. Ada penjagaan jalur yang dilewati agar tidak mengganggu,” terangnya.

Tak hanya itu, Polrestabes Semarang juga bakal mengedepankan pengamanan persuasif. Terlebih dahulu manakala ada hal-hal yang berpotensi menimbulkan ketegangan.“Kita minta aksi aman tanpa anarkis. Kita pengamanan kedepankan persuasif dan negosiasi, upaya perduasif kita lakukan agar menenangkan dan kita berusaha mendekatkan diri kepada massa,” tutupnya.

Share this Article
Leave a comment