Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah tetap berlanjut meski helikopter MI-17 mengalami kecelakaan dan menewaskan tiga prajurit TNI Angkatan Darat (AD).
Pesan seorang ayah agar putranya selalu mengutamakan keselamatan saat bertugas kini menjadi kenangan yang tak terlupakan. Muharto, ayah Kapten CPN (Anumerta) Nurhafiz Akbar Riski Hartio, tak pernah menyangka putra kebanggaannya justru gugur saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah memberikan apresiasi kepada masyarakat yang tertib membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melalui program reward berupa cashback harian.
Penyebab kecelakaan helikopter MI-17 yang menewaskan tiga prajurit TNI Angkatan Darat (AD) saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah masih belum terungkap. Proses investigasi kini menunggu pengangkatan kotak hitam helikopter untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut.
Suasana duka menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal, Semarang, saat jenazah Kapten CPN (Anumerta) Nurhafiz Akbar Riski Hartio dimakamkan dengan upacara militer, Kamis (5/11/2026) siang. Prajurit TNI Angkatan Darat tersebut gugur saat menjalankan tugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.