Ad imageAd image

Respon Soal Penolakan Konser Coldplay, Sandiaga Sebut Bisa Tingkatkan Potensi Ekonomi

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 744 Views
2 Min Read
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyebut konser Coldplay berpotensi untuk meningkatkan ekonomi di Indonesia.

Pernyataan itu, Sandiaga sampaikan ketika merespon soal penolakan oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212 atas digelarnya konser Coldplay, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 15 November 2023 mendatang.

Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan bahwa jajaran yang bertugas sebagai penegak hukum akan selalu melakukan koordinasi, untuk memastikan konser tersebut tetap terselenggara.

“Tidak ada gangguan dan tidak ada ancaman dari pihak manapun karena Indonesia mengutamakan pelayanan pada tamu ini sebagai adat dan istiadat dan budaya kita,” jelas Sandiaga di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Senin (15/5/2023).

BACA JUGA:   Menparekraf Dorong Santri Buka Peluang Usaha Lewat Program Kemenparekraf

Selain itu, Sandiaga menilai konser Coldplay ini bisa dimanfatkan untuk meningkatkan potensi ekonomi di Indonesia. Menurutnya, sampai saat ini sudah banyak sekali permintaan tiket maupun rekomendasi tempat tinggal dari rekan pebisnis luar negeri yang ingin menyaksikan konser Coldplay.

“Kalau kita targetkan 20 persen wisatawan mancanegara, maka kita bisa membidik antara 10.000-12.000 wisman dan jika mereka memakai patokan untuk konser itu bisa mengeluarkan sampai 1.000-2.000 USD,” kata dia.

“Maka dampak dari penciptaan lapangan kerja ini bagian dari 4,4 juta penciptaan lapangan kerja baru di 2024, dampak ekonominya bisa sampai 20 juta sampai 25 juta USD,” pungkasnya.

BACA JUGA:   Sandiaga Uno Sebut Solo Sebagai Kota Kreatif Bakal Buka Kembali Penerbangan Internasional

Sebelumnya, PA 212 secara tegas menolak digelarnya konser Coldplay lantaran band itu mendukung kampanye Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), serta penganut paham atheis. PA 212 juga menegaskan akan mengepung bandara jika Coldplay tetap datang ke Indonesia.

Share this Article
Leave a comment