Ad imageAd image

Respon Kebijakan Pembatalan Kenaikan UKT, Rektor UIN Walisongo Semarang Klaim UKT Termurah

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 2.3k Views
2 Min Read
Gedung UIN Walisongo Semarang. (Foto: Humas UIN Walisongo)

INDORAYA – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim resmi membatalkan kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) di seluruh perguruan tinggi negeri (PTN), pada Selasa (28/5/2024).

Merespon kebijakan tersebut, Rektor UIN Walisongo Semarang, Nizar mengklaim besaran UKT di kampusnya termurah dibanding dengan PTN lainnya. Sehingga, ia menyebut tak ada penolakan dari sejumlah pihak khususnya mahasiswa.

“UKT kita paling rendah sehingga tidak ada gejolak,” klaim Nizar, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (28/5/2024).

Tidak adanya penolakan, kata Nizar, pihaknya menerapkan sistem banding dan verifikasi ulang apabila ada mahasiswa yang merasa keberatan dengan besaran UKT.

BACA JUGA:   Penonton Dibuat Terpana Dengan Penampilan Teater UIN Walisongo 'Banjir, Kenangan-kenangan Yang Hanyut'

“Bahkan ada ruang untuk banding atas keberatan dengan nilai UKT di level tertentu. Kemudian setelah dilakukan banding akan ada verifikasi di level tertentu,” katanya.

Dia bilang, prinsipnya UKT adalah memberikan biaya murah untuk mahasiswa kurang mampu. Dan biaya cukup mahal diperuntukkan untuk mahasiswa mampu agar terciptanya subsidi silang.

“Prinsip keadilan yang kita anut adalah yang berkekurangan bayar murah, yang kaya bayar mahal. Dan itu sangat tergantung pada kondisi ekonomi keluarga atau wali mahasiswa,” sambungnya.

Nizar memastikan bahwa pihaknya akan memanfaatkan secara maksimal ruang banding dan verifikasi ulang agar penggolongan UKT tepat sasaran.

BACA JUGA:   Percepat Pendirian Fakultas Kedokteran, UIN Walisongo Gelar Workshop di RS Pendidikan Utama

“Jadi kami sangat memanfaatkan ruang banding ini untuk memverifikasi ulang kondisi ekonomi mahasiswa yang menentukan golongan UKT,” bebernya.

Disebut UKT paling murah dibanding PTN lainnya, menurut Nizar, kampusnya itu bukan perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) sehingga besaran harga UKT bisa ditekan.

“Kita bisa melakukan ini karena kami bukan PTNBH,” ucapnya.

Terkahir, Nizar mengimbau agar saat calon mahasiswa mendaftar di UIN Walisongo agar mengisi dengan jujur kolom pendapatan orang tua dan jangan sampai dikosongkan, karena akan sangat mempengaruhi penggolongan besaran harga UKT.

BACA JUGA:   Kuasa Hukum Rektor UIN Walisongo Semarang: Imam Tidak Terbukti Lakukan Plagiasi

“Jadi kalau calon mahasiswa mengisi formulir pendaftaran kan ada kolom pendapatan orang tua. Jika kolom itu diisi maka jumlah pendapatan orang tua akan masuk pada golongan tertentu yang sudah dibagi,” tuturnya

“Masalahnya jika kolom pendapatan itu tidak diisi karena lupa, ya otomatis akan masuk kepada UKT golongan yang tertinggi,” pungkasnya.

Share this Article