Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Rentan Terjadi Eksploitasi Hingga TPPO, Wamen P2MI Ingatkan Bahaya Migrasi Ilegal
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Berita

Rentan Terjadi Eksploitasi Hingga TPPO, Wamen P2MI Ingatkan Bahaya Migrasi Ilegal

By Athok Mahfud
Sabtu, 20 Des 2025
3 Views
Share
3 Min Read
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani dalam kegiatan Sosialisasi Migrasi Aman di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jumat (19/12/25)
SHARE

INDORAYA – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, menekankan pentingnya bekerja ke luar negeri secara legal dan prosedural dalam kegiatan Sosialisasi Migrasi Aman di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jumat (19/12/25).

Dalam kegiatan itu, Wamen Christina mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri tanpa kejelasan prosedur.

Menurutnya, ketidakpatuhan terhadap mekanisme resmi kerap menjadi pintu masuk terjadinya eksploitasi, kekerasan, hingga tindak pidana perdagangan orang terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Ia menyebutkan bahwa Jawa Tengah saat ini menempati peringkat kedua nasional sebagai daerah pengirim PMI terbanyak. Kondisi ini, kata dia, harus diimbangi dengan pemahaman yang kuat terkait hak, kewajiban, serta prosedur penempatan yang sah.

“Sebagian besar persoalan pekerja migran berawal dari informasi yang tidak benar atau tidak sesuai dengan ketentuan resmi negara,” ujar Christina.

Christina juga menegaskan bahwa pembentukan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi warganya yang bekerja di luar negeri.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peluang kerja luar negeri saat ini semakin terbuka, seiring banyak negara menghadapi persoalan penuaan penduduk (ageing population). Situasi tersebut menciptakan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor, seperti kesehatan, perawatan lansia, pertanian, perkebunan, hingga manufaktur.

“Ada tiga alasan mengapa peluang kerja internasional menjadi penting. Pertama, membuka opsi kerja yang lebih luas. Kedua, memastikan alur penempatan yang aman dan jelas. Ketiga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena standar upah luar negeri relatif lebih tinggi, tentu dengan syarat ditempuh secara legal,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Plt Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Jawa Tengah, Dewi Ariani turut memberikan keterangan bahwa calon pekerja migran harus dibekali kompetensi, kemampuan bahasa asing, serta sertifikasi keterampilan.

“Persyaratan ini bukan untuk mempersulit, melainkan sebagai bentuk perlindungan negara agar pekerja migran tidak ditipu dan dieksploitasi,” ucap Dewi.

Sementara itu Bupati Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi yang dihadiri langsung oleh Wakil Menteri P2MI. Pihaknya berkomitmen untuk mendukung warganya yang ingin berkarier di luar negeri secara legal.

“Pengalaman bekerja di luar negeri akan membawa pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diberdayakan kembali di daerah asal,” ujar Ngesti dalam sambutannya.

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Setahun Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Backlog Rumah di Jawa Tengah Turun 274.514 Unit Rabu, 11 Feb 2026
  • Pemprov Jateng Perkuat Pariwisata Lewat Kolaborasi dengan Hotel dan Restoran Rabu, 11 Feb 2026
  • Menuju Zero Sampah 2029, Ahmad Luthfi Gencarkan Gerakan Bersih dari Lingkungan Terkecil di Jawa Tengah Rabu, 11 Feb 2026
  • Tanah Bergerak di Tembalang Semarang Meluas, 10 Rumah Warga Kampung Sekip Rusak Rabu, 11 Feb 2026
  • Ekonomi Jateng Kian Melesat, Dunia Usaha Optimistis Sambut 2026 Rabu, 11 Feb 2026
  • Hotel Baru di Jalan Wahidin, Nusatu by ARTOTEL Tawarkan Konsep Butik di Semarang Rabu, 11 Feb 2026
  • Ramadan 2026, Hotel Ciputra Semarang Tawarkan Buka Puasa All You Can Eat Rp199 Ribu Rabu, 11 Feb 2026

Berita Lainnya

Berita

Tanah Bergerak di Tembalang Semarang Meluas, 10 Rumah Warga Kampung Sekip Rusak

Rabu, 11 Feb 2026
Ekonomi

Ekonomi Jateng Kian Melesat, Dunia Usaha Optimistis Sambut 2026

Rabu, 11 Feb 2026
Pendidikan

Prihatin Nasib Guru Honorer, PGRI Jateng Kritik Pengangkatan 32 Ribu Pegawai SPPG Jadi PPPK

Rabu, 11 Feb 2026
Hukum Kriminal

Guru SD di Jember Diduga Telanjangi Siswa karena Uang Hilang, Dispendik Bertindak

Rabu, 11 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?