Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Rembang Catat Deflasi Tertinggi di Jateng, Capai 0,20 Persen pada Agustus 2025
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Daerah

Rembang Catat Deflasi Tertinggi di Jateng, Capai 0,20 Persen pada Agustus 2025

By Dickri Tifani
Selasa, 09 Sep 2025
Share
2 Min Read
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah (Jateng), Nita Rachmenia. (Foto: Bank Indonesia)
SHARE

INDORAYA – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah (Jateng), Nita Rachmenia, menyampaikan bahwa Provinsi Jateng mengalami deflasi pada Agustus 2025.

Tingkat deflasi tersebut tercatat sebesar 0,10 persen (month-to-month/mtm), lebih tinggi dibandingkan deflasi nasional yang hanya mencapai 0,08 persen (mtm). Sebagai pembanding, pada bulan sebelumnya yaitu Juli 2025, Jateng justru mencatat inflasi sebesar 0,18 persen (mtm).

Nita menjelaskan bahwa deflasi terjadi di seluruh wilayah pemantauan inflasi di provinsi ini. Di antara wilayah-wilayah tersebut, Kabupaten Rembang memberikan kontribusi deflasi paling dalam, yakni sebesar 0,20 persen (mtm).

“Deflasi pada periode laporan terutama dipengaruhi oleh penurunan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,19 persen (mtm),” jelas Nita pada Jumat (05/9/2025).

Ia menyebut, penurunan harga berbagai komoditas seperti cabai, tomat, bawang putih, dan telur ayam ras menjadi penyebab utama deflasi kali ini. Hal ini disebabkan oleh panen yang melimpah dan meningkatnya produksi dari para peternak. Di sisi lain, harga daging ayam ras mengalami sedikit kenaikan karena pengaruh dari harga di tingkat distributor.

Sementara itu, harga beras mengalami tekanan inflasi akibat berakhirnya panen raya serta distribusi yang mengalami kendala. Selain itu, naiknya biaya pendidikan saat tahun ajaran baru 2025/2026 juga turut menahan laju deflasi dengan menyumbang inflasi sebesar 0,06 persen (mtm).

Sektor transportasi pun tercatat memberikan kontribusi terhadap inflasi sebesar 0,01 persen (mtm). Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kembali normalnya tarif kereta api setelah sebelumnya didiskon pada Juli 2025.

Meski demikian, dampak inflasi dari sektor ini tertahan karena adanya penurunan harga BBM dan tiket pesawat. PT Pertamina menurunkan harga beberapa jenis BBM, antara lain Pertamax dari Rp12.500 menjadi Rp12.200 per liter, Pertamax Turbo dari Rp13.500 menjadi Rp13.200, serta Pertamax Green 95 dari Rp13.250 menjadi Rp13.000 pada awal Agustus.

Selain itu, sejumlah maskapai memberikan diskon tiket penerbangan dalam rangka perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia.

“Ke depan, Bank Indonesia bersama Forum TPID Jateng akan terus memperkuat koordinasi. Langkah itu penting agar inflasi tetap terkendali di rentang sasaran 2,5±1 persen, dengan fokus menjaga pasokan dan kelancaran distribusi barang,” pungkas Nita.

TAGGED:Rembang Catat Deflasi Tertinggi di Jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Embung di Kalipang Rembang Mampu Aliri 25 Hektare Sawah dan Suplai 900 Keluarga Selasa, 13 Jan 2026
  • 14 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng, Tampung 1.275 Siswa Miskin Selasa, 13 Jan 2026
  • Jembatan 45 Meter Bakal Dibangun, Jadi Akses Menuju Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Semarang Selasa, 13 Jan 2026
  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Daerah

Embung di Kalipang Rembang Mampu Aliri 25 Hektare Sawah dan Suplai 900 Keluarga

Selasa, 13 Jan 2026
Daerah

Meningkat, Hampir 200 Ribu Wisatawan Berlibur di Wonosobo Saat Nataru

Jumat, 09 Jan 2026
Daerah

Produksi Pertanian dan Peternakan Rembang 2025 Meningkat, Jadi Penopang Ekonomi Daerah

Jumat, 09 Jan 2026
Daerah

Meski 643 Hektare Sawah Diserang Hama, Semarang Mampu Produksi 131.013 Ton Beras

Jumat, 09 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?