Ad imageAd image

Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp 77,02 Triliun, 280.643 Tenaga Kerja Terserap

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 892 Views
2 Min Read
Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jateng, Sakina Rosellasari, dalam konferensi pers di Kantor DPMPTSP Jateng, Jumat (26/1/2024). (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Realisasi investasi di provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada tahun 2023 menembus angka Rp 77,02 triliun. Di sisi lain, laju investasi juga berhasil menyerap sebanyak 280.643 tenaga kerja.

Realisasi investasi yang menyentuh Rp 77,02 triliun tersebut tercatat mengalami peningkatan sebesar 12,59 persen dari tahun 2022 yang berada di angka Rp 68,41 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Sakina Rosellasari mengatakan, mulai dari triwulan I hingga IV tahun 2023, pemodal dalam negeri mendominasi.

BACA JUGA:   Masuk Kampanye Pemilu, FKUB Jateng Ingatkan Agama Jangan Dijadikan Komoditas Politik Praktis

Sakina menjelaskan, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 32,98 triliun. Adapun penanaman modal asing (PMA) menembus Rp 23,14 triliun. Dan sektor UMKM tercatat di angka Rp 20,9 triliun.

“Ada kenaikan signifikan, yang naik adalah PMDN dan UMKM. Kemudian untuk PMA ada penurunan, meskipun sebetulnya Jateng jadi provinsi favorit padat karya,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor DPMPTSP Jateng, Jumat (26/1/2024).

Dia menyebut, ada beberapa hal yang menarik investor sehingga percaya untuk menanamkan modalnya di Jateng. Meliputi aksesibilitas, ketersediaan tenaga kerja dan upah yang kompetitif.

BACA JUGA:   Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Sungai Kacangan Purbalingga

Lebih rinci, sektor investasi yang paling diminati PMA adalah industri padat karya, seperti barang dari kulit dan alas kaki, industri mesin, elektronik, alat kedokteran dan industri tekstil. Untuk PMDN sektor transportasi, gudang, telekomunikasi, perumahan, kawasan industri dan perkantoran.

Sakina melanjutkan, jumlah proyek investasi di Jateng mencapai 122,3 persen. Pada 2022 total proyek PMA dan PMDN hanya 19.374 unit, sedangkan pada 2023 mencapai 43.080 unit.

“Penyerapan tenaga kerja sangat signifikan. Kami menyampaikan, PMA itu menyerap banyak tenaga kerja. Seperti aparel, tekstil, pakaian, garmen naik signifikan. Jumlahnya, menjadi 280.643 orang dari sebelumnya (2022) sebanyak 215.775 orang,” pungkas Sakina.

BACA JUGA:   Pati Kebanjiran, Belasan Desa Terdampak¬†
Share this Article
Leave a comment