Ad imageAd image

Ratusan Warga Rela Mengantre Berjam-jam untuk Mendapatkan Dua Liter Minyak Goreng dalam Operasi Pasar di Kendal

Kartika Ayu
By Kartika Ayu 93 Views
3 Min Read
Ratusam warga mengantre untuk membeli dua liter minyak goreng dengan harga Rp28 ribu dalam operasi pasar di Kendal, Jumat (25/2/2022).

INDORAYA – Ratusan warga dan pedagang yang mayoritas ibu-ibu rela mengantre berjam-jam untuk mendapatkan dua liter minyak goreng seharga Rp 28 ribu dalam operasi pasar minyak goreng, Jumat pagi (25/2/2022).

Kegiatan di Pasar Relokasi Terminal Bahurekso Kendal ini digelar oleh Dinas Perdagagan Koperasi dan UKM Kabupaten Kendal, bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah serta PT Astra Agro Lestari.

Kegiatan operasi pasar di tengah kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau itu diserbu oleh warga. Salah seorang pembeli, Imrotun (60), warga Sambongsari Weleri, mengatakan dirinya ikut mengantre karena susah mendapatkan minyak goreng di pasaran, apalagi minyak goreng di rumahnya juga habis.

Ia yang juga sebagai pedagang di Pasar  Relokasi Bahurekso mengaku mendapatkan informasi adanya operasi pasar minyak goreng dari whatsapp group pedagang pasar.

“Ya informasinya jam sembilan, saya dan teman-teman ini mulai antre jam delapan bahkan ada yang mulai antre jam tujuh,” ungkap Imrotun.

Sementara pengantre lainnya, Nunung (44) mengaku, rela antre sebelum jam 8.00 Wib karena untuk kebutuhan jualan di rumahnya.

“Ya saya punya warung makan kecil-kecilan di rumah. Lha kebetulan ada jualan minyak goreng murah dari dinas, ya saya rela antre lah, demi mendapatkan dua liter minya goreng seharga Rp 28 ribu,” ungkapnya.

Dalam mekanisme operasi pasar minyak goreng ini, para pengantre yang sudah mendapatkan minyak goreng, maka diminta oleh petugas untuk mencelupkan tangan ke tempat tinta. Hal ini supaya tidak terjadi dobel pembelian.

Senada diungkapkan pedagang angkringan di Weleri, Maryati (50), menurutnya dengan adanya operasi pasar ini, dirinya sedikit terbantu.

“Ya alhamdulillah, meski hanya dapat dua liter tapi saya terbantu. Selama ini sulit sekali mencari minyak goreng. Ya akhirnya kami membeli minyak goreng non subsidi seharga Rp 19 ribu kadang juga Rp 20 ribu per liter. Sehingga keuntungan kami berkurang,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Disdagkop UKM Kabupaten Kendal, Azis mengatakan, dalam operasi pasar yang diseleggarakan bersama Disperidag Jateng ini rencananya ada 2.000 liter minyak goreng yang disalurkan.

“Jadi ada 1.000 paket yang kita jual kepada masyarakat di operasi pasar hari ini. Karena masing-masing maksimal dua liter. Semoga ini bisa membantu masyarakat yang kesulitan membeli minyak goreng,” ujarnya. (IR).

Share this Article