Ad imageAd image

Ratusan Petani Temanggung Demo Tolak Samakan Tembakau dengan Narkotika

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 434 Views
3 Min Read
Ratusan Petani Temanggung Demo Tolak Samakan Tembakau dengan Narkotika. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Ratusan petani tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (Jateng), mendatanagi Gedung DPRD dan Kantor Bupati Temanggung untuk menolak RUU Kesehatan pasal 154 ayat 3 yang menyejajarkan tembakau dengan zat adiktif seperti psikotropika dan narkotika.

Menurut Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Temanggung, Siyamin menjelaskan dengan adanya RUU Kesehatan tersebut akan mengancam atau membahayakan petani tembakau.

“Hal ini sama halnya akan terjadi semacam ilegalisasi terhadap tembakau sehingga tembakau dianggap barang yang ilegal, dampaknya otomatis merugikan petani,” katanya.

Dalam aksinya ia menuntut RUU Kesehatan pasal 154 yang menyamakan tembakau sejajar zat adiktif seperti psikotropika supaya dicabut.

BACA JUGA:   Bupati Temanggung Sebut RUU Kesehatan Dapat Rugikan Petani Tembakau

Ketua DPRD Kabupaten Temanggung Yunianto mengatakan aspirasi petani yang menolak RUU Kesehatan khususnya pasal 154 ayat 3 yang menyamakan dengan zat adiktif seperti psikotropika dan narkotika maka perlu dikaji ulang.

“DPR RI bersama pemerintah, khususnya Komisi IX nanti untuk bisa mengkaji ulang sehingga apa yang menjadi tuntutan para petani ini untuk dikabulkan,” katanya.

Sementara, Bupati Temanggung M. Al Khadziq menyampaikan dirinya telah mempelajari RUU Kesehatan khususnya pasal 154 hingga 158, sebagian besar hanya mengatur tembakau.

“Salah tembakau di Indonesia itu apa, tembakau tidak ada salahnya, bahkan tembakau terbukti bisa menyerap lebih dari 30 juta pekerja pabrik rokok di seluruh Indonesia, kemudian tembakau juga mempekerjakan petani di lebih dari 10 provinsi di Indonesia.

BACA JUGA:   Jelang Pekan Olahraga Jateng, Pemprov Beberkan Rincian Bonus Atlet di Temanggung Berprestasi

Hasil tembakau juga bisa memberikan kontribusi kepada APBN sebesar Rp170 triliun lebih setiap tahunnya, cukai hasil tembakau juga digunakan untuk membayar BPJS orang miskin.

“Kalau sekarang tembakau disamakan dengan narkotika, artinya menanam tembakau sama dengan menanam ganja, maka nanti tembakau dilarang dan negara yang akan merugi,” katanya.

Khadziq sepakat dengan para petani yang melakukan aksi meminta DPR RI untuk mengubah RUU Kesehatan yang menyamakan tembakau dengan zat adiktif lainnya seperti psikotropika dan narkotika.

“Pemerintah Kabupaten Temanggung siap mengawal, bukan hanya di sini, mau ke Jakarta siap kita mengawal ke Jakarta. Mau berkirim surat kepada DPR RI, kepada kementerian, kepada presiden juga siap,” katanya.

BACA JUGA:   Ribuan Buruh Bakal Demo 25 Hari Berturur-turut, Ini Tuntutannya

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Temanggung siap memberikan masukan dalam penyusunan RUU kesehatan, karena hal ini mengangkut hajat hidup seluruh petani di Kabupaten Temanggung.

Share this Article