INDORAYA – Banjir yang merendam jalur kereta api di petak Pekalongan–Sragi, berdampak signifikan terhadap operasional perjalanan kereta api. Sejak Jumat (16/1/2026) hingga Senin (19/1/2026), ratusan perjalanan kereta api terpaksa dibatalkan dan puluhan ribu penumpang terdampak.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 132 perjalanan kereta api dibatalkan, terdiri dari 116 kereta penumpang dan 16 kereta barang. Selain pembatalan, 76 perjalanan lainnya mengalami keterlambatan parah dengan rata-rata keterlambatan mencapai empat jam.
Akibat kondisi tersebut, total 333.788 penumpang terdampak. Dari jumlah itu, 37.990 tiket dibatalkan, dengan rincian 23.873 tiket kelas ekonomi dan 14.117 tiket kelas eksekutif.
Menanggapi gangguan ini, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyatakan Pemprov Jateng turut mengawal proses perbaikan lintasan rel, meskipun kewenangan teknis berada di tangan PT KAI.
“Kereta api yang melintas di Jawa Tengah, khususnya wilayah Pekalongan, mengalami genangan. Walaupun itu kewenangan KAI, kami ikut mengawal perbaikannya,” ujar Taj Yasin di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, jalur rel di kawasan tersebut telah berstatus jalur ganda sehingga perbaikan dapat dilakukan secara bertahap tanpa harus menutup seluruh lintasan.
“Sekarang ada dua trek. Jadi satu per satu kita naikkan agar ke depan, jika banjir kembali terjadi, lintasan tidak tergenang dan tidak sampai menghambat perjalanan kereta,” jelasnya.
Taj Yasin menyebut hingga kini kerugian akibat banjir masih dalam proses pendataan. Namun ia mengakui dampaknya meluas ke berbagai sektor, terutama pertanian.
“Kerugian masih kita hitung, tapi jelas banyak. Jalan rusak dan yang paling terdampak tentu masyarakat,” katanya.
Ia mengungkapkan hampir seribu hektare sawah di Kabupaten Pati, Kudus, dan Demak terdampak banjir. Lahan pertanian tersebut telah didaftarkan ke aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP) untuk mendapatkan klaim asuransi gagal panen.
Selain fokus pada pemulihan infrastruktur, Pemprov Jateng juga memprioritaskan penanganan pengungsi. Taj Yasin memastikan kondisi kesehatan dan logistik warga terdampak, khususnya di Kota dan Kabupaten Pekalongan, terus dipantau.
“Kami pastikan pengungsi sehat, kebutuhan makan dan obat-obatan terpenuhi,” ujarnya.
Ia juga menyebut sejumlah kelompok rentan seperti ibu hamil dan lansia telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lanjutan.


