INDORAYA – Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Korwil Jawa Tengah melaksanakan ziarah khusus ke Makam Presiden kedua RI, H.M. Soeharto, di Astana Giribangun, Karanganyar, Sabtu (15/11/2025).
Ziarah tersebut dilakukan sebagai bentuk refleksi usai Soeharto dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada Hari Pahlawan Nasional pada 10 November 2025.
Setibanya di lokasi, peserta disambut langsung oleh Pak Sukirno yang merupakan Abdi Dalam dari Astana Giri Bangun. Para mahasiswa disambut baik dan dipersilahkan untuk masuk ke dalam area Pemakaman Presiden Soeharto dan Ibu Tien.
Kegiatan di dalam mencakup pembacaan doa, tabur bunga, serta sesi hening cipta untuk mengenang perjalanan panjang Soeharto dalam memimpin bangsa selama lebih dari tiga dekade.
Kegiatan prosesi tabur bunga ini tidak hanya menjadi ritual penghormatan, tetapi juga sarana pembelajaran historis bagi para mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memahami nilai-nilai penghargaan terhadap tokoh bangsa sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk melihat warisan sejarah pemimpin pendahulu.
Dengan pendekatan reflektif ini, kegiatan tabur bunga memberikan ruang bagi generasi muda untuk merenungkan kembali perjalanan bangsa dan peran penting pemimpin Soeharto dalam membentuk fondasi pembangunan Indonesia.
“Gelar Pahlawan Soeharto relevan dengan kontribusi pada Pembangunan Indonesia,” kata Sekjen AMAN Jawa Tengah, Wafiq Akbar Hasibuan.
Dia menegaskan, kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sejarah yang langsung bersentuhan dengan simbol kepemimpinan nasional. Melalui ziarah dan refleksi ini, mahasiswa diharapkan memiliki perspektif lebih kaya tentang pemimpin bangsa dalam menilai kontribusinya terhadap Indonesia.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami bahwa gelar Pahlawan Nasional bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga momentum untuk capaian pembangunan yang telah banyak dilaksanakan oleh pendahulu kita tersebut. Pendekatan historis ini penting agar generasi muda mampu melihat warisan kepemimpinan Presiden sehingga bisa tercipta Indonesia sekarang.
Pak Sukirno yang merupakan Abdi Dalam Penjaga Makam Astana Giribangun menyatakan kegembiraannya. Dia menilai kegiatan positif ini perlu dilestarikan terutama dengan tujuan baik untuk mengapresiasi perjuangan dan jasa Soeharto untuk bangsa Indonesia.
“Tradisi ziarah kepada makam pendahulu kita harus tetap dilakukan secara rutinan dalam mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam kita paham sejarah Indonesia,” kata dia.


