Ad imageAd image

Ramai Penggrebekan Pabrik Pil Koplo di Semarang, Wali Kota Akan Evaluasi Perizinan

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 616 Views
3 Min Read
Hasil temuan petugas gabungan saat menggerebek tiga gudang di Kota Semarang yang dijadikan pabrik pil koplo. (Foto : Dickri Tifani Badi/Indoraya)

INDORAYA – Beberapa waktu yang lalu media ramai memberitakan soal petugas gabungan terdiri dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) menggerebek tiga gudang yang dijadikan pabrik pil koplo di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu turut angkat bicara soal penggerebekan di tiga gudang yang berlokasi di Kawasan Industri Candi Gatot Soebroto Ngaliyan, Kota Semarang pada Senin (25/3/2024) lalu. Atas kejadian tersebut, pihaknya akan mengevaluasi perilah perizinan.

“Ini menjadi evaluasi semua. Menjadi fokus perhatian, dan kami akan melakukan pembinaan,” kata Mbak Ita, sapaan akrab Wali Kota Semarang saat ditemui di Balai Kota Semarang, Kamis (28/3/2024).

BACA JUGA:   Kasus Seorang Wanita Nekat Sembunyikan Narkoba Dalam Vagina, Kini Tersangka Bertambah 2 Orang

Dia menyatakan, akan menindaklanjuti temuan tersebut dengan meningkatkan koordinasi bersama pengelola Kawasan Industri Candi. Salah satunya, menekankan pentingnya pengawasan di setiap pabrik.

“Tetapi apapun itu karena di wilayah Kota Semarang dan jumlahnya (pil koplo-red) banyak sekali, nantinya akan secara periodik kami lakukan pertemuan dengan pengelola kawasan,” katanya.

Pasalnya, pihaknya memiliki keterbatasan dalam hal pengawasan secara detail proses produksi di tiap-tiap pabrik. Pengawasan tersebut, berada di bawah tanggung jawab pengelola kawasan.

“Misalnya di luar kawasan jika kami curiga, lurah dan camat bisa datangi langsung masuk. Kalau di dalam kawasan itu bukan kewenangan kami,” katanya.

BACA JUGA:   Tiket KA Masa Lebaran di Daop 4 Semarang Sudah Terjual 38 Persen, Persediaan Masih Banyak

Seperti diketahui, BPOM bersama BIN dan BAIS Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) melakukan penggerebekan produksi pil koplo di sebuah pabrik Kawasan Industri Candi Gatot Soebroto Ngaliyan, Kota Semarang pada Senin (25/3/2024).

Dari informasi yang dihimpun, terungkapnya pabrik pil koplo itu merupakan hasil pengembangan dari penggerebekan serupa di Kawasan Marunda Centre Bekasi, Jawa Barat.

Kepala BPOM Semarang, Lintang Purba Jaya mengungkapkan, obat-obatan yang diproduksi tersebut acap kali disalahgunakan. Dia menyebut, operasi penggerebekan ini mengungkap produksi tak sesuai standar.

“Jadi industri ilegal produksi obat di wilayah Semarang ini ada tiga gudang produksi di mana merupakan obat yang tidak memenuhi standar keamanan mutu dan produk,” ujarnya, kepada awak media, Selasa (26/03/2024).

BACA JUGA:   Ruas Jalan Letjen Suprapto Ditutup untuk SNC Sore Ini

Pabrik yang digerebek ini memproduksi obat putih dengan logo ‘Y’ dan obat tablet kuning dengan berlogo ‘DMP’.

Dalam penelusuran, logo ‘Y’ juga disebut pil boje atau obat Trihexyphenidyl yang termasuk dalam golongan antipsikotik. Sementara logo ‘DMP’ merupakan obat Dextromethorphan. Kedua obat ini seringkali disalahgunakan untuk keperluan mabuk-mabukan.

Lintang mengatakan, pabrik tersebut sekali produksi bisa menghasilkan jutaan butir pil koplo dengan omzet miliaran rupiah selama sepekan. Jutaan pil koplo itu dipasarkan ke wilayah Jawa, Bali dan Kalimantan.

Share this Article
Leave a comment