Ad imageAd image

Ramai Dugaan Piagam Palsu untuk Daftar PPDB SMA, Begini Komentar SMPN 1 Semarang

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 2 Views
3 Min Read
Inilah lokasi SMPN 1 Semarang, Selasa (2/7/2024). (Foto: Dickri Tifani Badi/Indoraya)

INDORAYA – Ramai kabar mengenai dugaan piagam lomba marching band Internasional digunakan untuk mendaftar melalui jalur prestasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 di sejumlah SMA Negeri di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Temuan itu didapatkan dari Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng. Menurut dinas ini, dugaan piagam palsu tersebut berasal dari SMP Negeri 1 Semarang.

Sebenarnya SMP itu meraih juara 3, namun ijazahnya diduga dipalsukan menjadi juara 1 sebelum dilegalisir oleh sekolah dan Disporapar.

Dinas itu juga baru mengetahui piagam yang digunakan ternyata telah dipalsukan setelah mendapat aduan dari masyarakat. Piagam itu dikeluarkan oleh salah satu SMP di Kota Semarang.

Setelah mendapat laporan, Sekretaris Disporapar Jateng, Syurya Deta Syafrie menyampaikan pihaknya langsung memanggil pihak sekolah, khususnya pelatih marching band untuk melakukan klarifikasi. Selepas itu pelatih marching band yang diduga memalsukan piagam telah membuat surat pernyataan.

“Surat pernyataan berisi pelatih menyatakan tidak menggunakan piagam tersebut karena meragukan keabsahannya, dan ngomong (mengatakan) piagam tidak sesuai hasil lomba (dipalsukan),” ungkap Deta kepada Indoraya, belum lama ini.

Wartawan Indoraya News berusaha mengonfirmasi ke SMP Negeri 1 Semarang yang diduga membuat piagam palsu. Namun pihak sekolah enggan berkomentar banyak soal itu.

“Kita, no comment kalau itu,” ucap Koordinator Administrasi SMP N 1 Semarang, Natalia Mundayani saat ditemui Indoraya, Selasa (2/7/2024).

Ditanya apakah masih dilakukan pemeriksaan soal dugaan piagam palsu tersebut, Natalia kembali tidak berkomentar.

“Kita no comment dulu ya,” imbuhnya.

Wartawan Indoraya News juga berusaha menghubungi Kepala SMP Negeri 1 Semarang, Siminto melalui aplikasi WhatsApp. Namun, dia meminta pemberitaan tentang dugaan piagam palsu untuk diredam dan tidak dilanjutkan.

“Mas, nuwun sewu saya mbok dibantu. Anak-anak saya (murid-murid yang saat ini mendaftar di SMA/ SMK yang menggunakan piagam yang diduga keabsahannya diragukan itu), hari ini shock berat gegara pemberitaan di media saat ini yang sangat masif. Apakah panjenengan sempat membayangkan, kalau hal ini terjadi pada putra panjenengan mas. Saya hari ini tidak tahu bagaimana caranya mas, saya yang posisi saat ini sebagai bapak dan mereka semua saat ini baru galau dan tidak ada kepastian. Mereka sedih dan mereka malu di hadapan teman-temannya. Saya mohon colling down dulu nggih mas, menunggu hasil dari semuanya yang sedang berproses,” tulis Siminto melalui pesan WhatsApp.

Share This Article