Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Purbaya Minta Jangan Salahkan Ekonomi Global atas Perlambatan RI, Soroti Kekuatan Domestik
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Ekonomi

Purbaya Minta Jangan Salahkan Ekonomi Global atas Perlambatan RI, Soroti Kekuatan Domestik

By Redaksi Indoraya
Rabu, 28 Jan 2026
Share
2 Min Read
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: istimewa)
SHARE

INDORAYA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan agar perlambatan ekonomi nasional tidak selalu dikaitkan dengan ketidakpastian global. Ia menilai perekonomian Indonesia lebih banyak digerakkan oleh permintaan dalam negeri dibanding faktor eksternal.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya dalam sebuah seminar di Thamrin Nine Ballroom, Selasa (27/1/2026). Ia menyoroti narasi lama yang kerap menjadikan kondisi global sebagai alasan utama melemahnya ekonomi domestik.

“Kalau sebelumnya selalu kita bilang apa? Ekonomi global gelap maka ekonomi Indonesia jadi morat marit. Padahal 90% ekonomi Indonesia Indonesia dipengaruhi oleh domestic demand,” ujarnya.

Menurutnya, menyalahkan kondisi global justru menjadi bentuk pembenaran atas ketidakmampuan mengelola ekonomi dalam negeri secara optimal.

“Itu saya bisa simpulkan itu mencari excuse ketika kita gak becus ngurus ekonomi dalam negeri,” ujarnya.

Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu juga menyinggung proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) terhadap ekonomi dunia pada 2025 yang awalnya diperkirakan 3% lalu direvisi menjadi 3,2%. Di sisi lain, ia menilai suasana di dalam negeri justru kerap dibangun dengan nada pesimistis.

Padahal, menurutnya, perekonomian Indonesia masih mampu mencatat pertumbuhan di atas 5%, dengan ekspor menjadi salah satu penopang utama. Ia pun mengkritik prediksi lembaga internasional yang dinilai tidak selalu akurat.

“Jadi IMF juga kadang-kadang ngawur,” tegasnya.

Purbaya menekankan pentingnya membangun optimisme agar aktivitas ekonomi dalam negeri tetap bergerak. Ia menilai kekuatan utama Indonesia tetap berada pada konsumsi dan permintaan domestik.

“Saya gak peduli dengan global economy. Selama saya bisa jaga domestic demand, ekonomi kita masih bisa akan tumbuh. Jadi teman-teman gak usah takut menteri yang sekarang agak pinter dikit. Tapi kalau global demand-nya bagus ya itu bagus juga buat kita,” pungkasnya.

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Gojek Gandeng Dinkes Semarang, Latih Driver Siap Tanggap Darurat di Jalan Minggu, 08 Feb 2026
  • Pemilu 2029 Masih Jauh, Bawaslu–DPRD Semarang Pasang Kuda-Kuda Cegah Pelanggaran Minggu, 08 Feb 2026
  • Jadi Ahli di Singapura hingga AS, Ini Rekam Jejak James Purba sebagai Ahli Kepailitan Minggu, 08 Feb 2026
  • Perkuat Rantai Pasok Ekonomi Lokal, Heri Pudyatmoko Ajak Kolaborasi Semua Pihak Minggu, 08 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko: Perlindungan Perempuan dan Anak di Jawa Tengah Harus Lebih Terintegrasi Minggu, 08 Feb 2026
  • Cegah Kekerasan, Wagub Jateng Minta Fungsi UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dioptimakan Minggu, 08 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Ingatkan Pentingnya Indikator Kesejahteraan Non-Angka Makro Minggu, 08 Feb 2026

Berita Lainnya

Ekonomi

Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Disebut Capai Rp500 Triliun per Tahun

Sabtu, 07 Feb 2026
Ekonomi

Jateng Siapkan Ekonomi Syariah Jadi Motor Pembangunan 2027, Pariwisata Halal Ikut Digenjot

Jumat, 06 Feb 2026
Ekonomi

Kini Bayar Pajak PBB di Jepara Bisa Pakai QRIS, Pemkab Dorong Layanan Digital yang Inklusif

Kamis, 05 Feb 2026
Ekonomi

Prabowo Bagikan 200 Becak Listrik untuk Lansia di Lamongan, Dorong Kesejahteraan Tukang Becak

Rabu, 04 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?