Ad imageAd image

Punya Pengaruh Kuat, Jokowi Dinilai Tepat Jadi Konsolidator Partai Politik Indonesia

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 140 Views
3 Min Read
Ketua Relawan Garuda Nusantara 08, Agus Winarto berpendapat, Jokowi punya kapasitas sebagai konsolidator di politik Indonesia. (Foto: Dok. GN08)

INDORAYA – Isu mengenai Presiden Joko Widodo (Jokowi) diusulkan sebagai ketua partai politik telah menarik perhatian publik dan menjadi topik pembicaraan hangat dalam dinamika politik Indonesia.

Hal ini bermula dari beberapa anggota atau petinggi partai yang menyatakan keinginannya agar Jokowi bisa memimpin partai politik tertentu setelah masa jabatannya sebagai presiden berakhir pada bulan Oktober 2024 mendatang.

Ada sejumlah alasan yang mendasari usulan ini. Di antaranya pengaruh besar Jokowi dalam politik nasional, popularitasnya yang tinggi di masyarakat, serta kapasitas dan kapabilitasnya dalam memimpin yang telah teruji selama dua periode menjabat sebagai Presiden Indonesia.

Para pendukung ide ini memiliki argumen bahwa keberadaan Jokowi di puncak kepemimpinan partai dapat meningkatkan elektabilitas dan memperkuat struktur serta basis massa partai tersebut menjelang pemilihan umum berikutnya.

BACA JUGA:   Jokowi Pamerkan Pusat Komando IKN, Infrastruktur Utama Smart City

Namun, isu ini juga menimbulkan berbagai spekulasi dan diskusi mengenai masa depan politik Jokowi serta dinamika internal partai politik yang bersangkutan.

Terdapat pula pertimbangan mengenai aturan dan regulasi terkait jabatan publik dan kepemimpinan partai politik, serta implikasinya terhadap sistem demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Respon masyarakat dan pengamat politik terhadap isu ini pun beragam. Ada yang mendukung karena melihat potensi positif dari kepemimpinan Jokowi di arena politik partai.

Sementara pihak yang lain menyatakan kekhawatirannya terhadap potensi kekuasaan terpusat dan dampaknya terhadap independensi dan keberagaman politik.

BACA JUGA:   Jokowi Buka Rapat Koordinasi Pengawasan Intern Pemerintah 2024, Dihadiri Sri Mulyani

Sampai saat ini, Jokowi sendiri belum secara terbuka menyatakan sikap atau keputusan terkait dengan usulan tersebut. Hal ini tentu membuat spekulasi terus berkembang di kalangan publik dan media.

Menanggapi isu yang ramai ini, Agus Winarto, Ketua Relawan Garuda Nusantara 08, mengatakan, kapabilitas Jokowi memang lebih dari memadai untuk menjadi ketua partai. Dia menilai bahwa Jokowi ialah sosok konsolidator partai politik di Indonesia.

“Jokowi sudah menjadi presiden 2 periode dan seorang king maker. Jokowi menjadi konsolidator antar-partai. Sejak 2023, ketika persaingan antarcapres sedang ramai, peran Jokowi sudah menjadi konsolidator dan melampaui kerja seorang ketua partai.” kata Agus Winarto, ketika ditemui di Kawasan Kota Lama Semarang, Senin (6/5/2024).

BACA JUGA:   Usai Lawatan ke Arab Saudi dan AS, Pagi Ini Jokowi Tiba di Tanah Air

Pendapat ini menambah kekuatan para pendukung Jokowi yang tidak ingin Mantan Wali Kota Solo tersebut berhenti dari perpolitikan di Indonesia.

Menurut Agus Winarto, yang mendukung Jokowi selama dua periode, ada satu perspektif penting dalam melihat perpolitikan di Indonesia, yang selama ini ia lihat dalam diri Jokowi.

“Dalam perpolitikan di Indonesia, posisi konsolidator itu penting. Bukan siapa menang melawan siapa. Yang terpenting adalah bisa merangkul lawan politik untuk bekerja bersama. Kemampuan ini ada pada Jokowi,” ungkapnya.

Share this Article
Leave a comment