INDORAYA – Dalam upaya menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok dan mendukung ketahanan ekonomi daerah, PT Jateng Agro Bedikari JTAB (Perseroda) bersama PT BPR BKK Jateng (Perseroda) bersinergi menjalankan peran strategis di sektor ekonomi riil dan keuangan.
Kolaborasi kedua BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi langkah nyata dalam mengendalikan inflasi di tingkat daerah, khususnya di pasar tradisional.
JTAB Menjaga Stabilitas Harga dan Pasokan Bahan Pokok
Sebagai BUMD yang berfokus pada ketahanan pangan, PT JTAB berperan penting dalam memastikan ketersediaan pasokan dan kestabilan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional.
Melalui jaringan distribusi pangan yang terintegrasi, JTAB aktif melakukan operasi pasar, menjaga, dan memperpendek rantai pasok sehingga Petani akan lebih diuntungkan serta menstabilkan harga komoditas strategis seperti beras, cabai, dan bawang.
Langkah ini terbukti efektif dalam menekan laju inflasi daerah, terutama pada momen menjelang hari besar keagamaan dan musim paceklik.
Dengan pendekatan bisnis yang berpihak pada masyarakat, PT JTAB tidak hanya menjaga pasokan barang, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kepentingan petani, pedagang, dan konsumen.
BPR BKK Dukung Finansial untuk Penguatan Ekonomi Rakyat
Kehadiran BPR BKK Jateng menjadi solusi konkret bagi para pelaku usaha tradisional yang membutuhkan akses permodalan mudah dan cepat.
Selain itu, BPR BKK Jateng juga ikut mendukung program JTAB dalam hal memutus rantai pasok dan pemberdayaan UMKM pangan, melalui sinergi pembiayaan dan literasi keuangan.
Sinergi BUMD, Solusi Konkret untuk Stabilitas Ekonomi Daerah
Kolaborasi antara PT JTAB dan BPR BKK Jateng ini menunjukkan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan hasil kerja bersama antar lembaga dan sektor.
Dengan kekuatan di bidang pangan dan keuangan, kedua BUMD ini menjadi garda terdepan dalam mendukung ekonomi Jawa Tengah yang stabil, tangguh, dan berpihak pada masyarakat kecil.
Melalui strategi terpadu, mulai dari penyediaan bahan pokok, pendampingan UMKM, hingga pemberian akses permodalan yang mudah, diharapkan sinergi ini mampu menekan fluktuasi harga di pasar tradisional serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah secara berkelanjutan. [Adv]


