Ad imageAd image

PSIS Semarang Resmi Lepas Dua Pemain Bertahan, Masih Mencari Pengganti

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 918 Views
2 Min Read
CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi. (Foto: istimewa)

INDORAYA – PSIS Semarang resmi melepas dua pemain bertahannya. Kedua pemain itu adalah Barnabas Sobor dan Lucas Gamma yang sama-sama menempati posisi sebagai bek tengah.

Kerja sama dengan Barnabas Sobor berakhir setelah pemain asal Jayapura itu didatangkan PSIS di paruh musim Liga 1 2023/24 dan dikontrak selama 2,5 musim. Kontrak Lucas Gamma yang hanya berdurasi satu musim juga berakhir dan tidak diperpanjang.

Menurut CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, kontrak kerja sama dengan Bernabus Sobor berakhir atas kesepakatan kedua belah pihak. Dia juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi pemain muda tersebut untuk klubnya.

“Atas nama manajemen PSIS kami menyampaikan terima kasih atas dedikasi Sobor selama ini. Posisi Sobor di bek tengah dengan regulasi baru rencananya kami akan datangnan dua pemain asing sesuai rekomendasi tim pelatih,” katanya dalam keterangannya.

Sementara untuk Lucas Gamma, sebetulnya manajeman PSIS melakukan negoisasi untuk melanjutkan kerja sama. Namun di antara kedua belah pihak tidak menemui titik temu, sehingga saling menghormati keputusan masing-masing.

“Komunikasi sebetulnya sudah dilakukan, namun tidak menemui titik temu dan kedua belah pihak saling menghormati dan berpisah secara baik,” ungkap Yoyok Sukawi.

Lucas sendiri selama memperkuat PSIS bermain sebanyak 32 kali dan mencetak empat gol di sepanjang kompetisi Liga 1 musim 2023/2024. Sedangkan Bernabus hanya bermain sebanyak tiga kali saat menghadapi Arema FC, Persik, dan Persis.

Dengan hengkangnya kedua pemain belakang tersebut, PSIS masih mencari pemain pengganti yang tepat. Yoyok bilang, pihaknya telah menyiapkan dua bek asing untuk memperkuat Laskar Mahesa Jenar pada kompetisi musim depan.

“Tim pelatih pun sudah mengantisipasi dengan mencari pengganti Lucao. Namun akan kami perkenalkan setelah melalui beberapa tes seperti tes medis, tes fisik, dan tes fungsi kaki supaya kami tidak membeli kucing dalam karung,” tandasnya.

Share this Article