Ad imageAd image

Proyek Kolam Retensi di Kota Semarang Diklaim Ampuh Atasi Banjir, Luasnya 280 Hektare

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 2.9k Views
2 Min Read
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Harya Muldianto. (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana tengah menggarap mega proyek kolam retensi di pesisir Kota Semarang. Kolam retensi seluas 280 hektare itu diklaim ampuh mengatasi banjir yang menjadi langganan wilayah tersebut.

Kolam retensi itu dibangun di wilayah Tambak Lorok, Tanjung Mas, Semarang Utara, serta tiga kelurahan di Kecamatan Genuk, meliputi Terboyo Kulon, Terboyo Wetan, dan Trimulyo.

Kepala BBWS Pemali Juana Harya Muldianto mengatakan, kolam retensi itu berfungsi menampung air. Nantinya aliran air dari Sungai Tenggang dan Sringin akan dialihkan ke laut.

BACA JUGA:   Peduli Korban Banjir Semarang, Gerindra Jateng Dirikan Dapur Umum dan Bagikan Makanan

“Terus yang di Sungai Tenggang dan Sringin itu nanti dikumpulkan dalam kolam retensi terboyo namanya, yang paling besar itu. Nanti masuk ke sana dan dipompa ke laut,” katanya, Kamis (25/4/2024).

Menurutnya, mega proyek kolam retensi ialah satu infrastruktur yang dibangun untuk mengatasi banjir di Kota Semarang. Kolam retensi akan terintegrasi dengan tanggul laut dan Tol Semarang-Demak.

Untuk progresnya, kata Harya, kolam retensi di pesisir Kota Semarang baru dibangun permukaan atau fondasinya.

“Yang jelas itu kan tanggul laut, baru di sisi timur dan sisi barat yang sisi tengahnya belum. Sudah dimulai tapi hanya baru di ujung-ujungnya tapi yang tengahnya belum,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Kinerja Tangani Pengendalian Banjir, Terobosan Wali Kota Semarang Jadi Sorotan Anggota DPRD

Selain di Semarang, BBWS Pemali Juana juga membangun kolam retensi di Desa Sriwulan, Kabupaten Demak. Luasnya sekitar 20 hektare.

“Ada dua kolam, yang paling besar itu kolam retensi Terboyo itu 280 hektare, yang Sriwulan kecil mungkin sekitar 20-an hektare,” kata Harya.

Dia berkata, kolam retensi ini berfungsi menampung air hujan dan akan dialirkan ke laut. Sehingga harapannya banjir yang sering melanda kawasan pesisir Demak bisa teratasi.

“Kolam retensi yang ada di Demak itu terintegrasi dengan pembangunan tanggul laut dan jalan Tol Semarang-Demak. Semua aliran yang ada di Sriwulan masuk kolam retensi terus dipompa ke laut,” tandas Harya.

BACA JUGA:   Banjir Semarang di Pergantian Tahun 2023, Pemerintah dan Akademisi Beda Persepsi
Share this Article
Leave a comment