Ad imageAd image

Protes Nilai Piagam Palsu PPDB Dianulir, Puluhan Ortu dan Siswa Geruduk Kantor Gubernur Jateng

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 2 Views
3 Min Read
Puluhan orang tua siswa menggeruduk Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis (11/7/2024). (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Puluhan orang tua beserta siswa menggeruduk Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng) untuk melakukan protes karena nilai piagam yang dipakai untuk mendaftar SMA/SMK negeri dianulir atau tidak dihitung dalam pendaftaran PPDB lewat jalur prestasi.

Sebelumnya Pemprov Jateng menyatakan ada sebanyak 69 calon peserta didik yang terbukti menggunakan piagam palsu untuk mendaftar PPDB. Mereka semua lulusan SMPN 1 Semarang yang mendaftarkan diri di sejumlah SMA/SMK negeri di Kota Semarang.

Puluhan siswa didampingi orang tuanya menggeruduk Kantor Gubernur Jateng, Kamis (11/7/2024) karena tidak terima nilai piagamnya dianulir. Mereka tetap ngotot ingin diterima di sekolah negeri. Mereka meminta opsi dimasukkan dalam kuota cadangan atau dibiarkan mengganti piagam lain yang asli.

Permintaan itu disampaikan oleh puluhan wali murid yang mengadakan audiensi secara tertutup bersama Pemprov Jateng di Gedung B Lantai 5. Meski pertemuan dilakukan tertutup, terdengar suara tangisan, kesal, dan marah di antara para wali murid.

Pelaksana tugas (Plt) Asisten I Setda Provinsi Jateng, Haerudin membenarkan bila 69 calon peserta didik tersebut tidak terima tiga poin piagam kejuaraan internasional marching band dianulir.

Meski demikian, terkait dua usulan atau permintaan yang disampaikan oleh para calon peserta didik, pihaknya belum bisa memastikan apakah akan dikabulkan.

“Usulan itu pertama terkait masuk cadangan, kemudian mengganti sertifikat piagam baru. Tapi kan memang butuh diskusi secara jernih, karena sebenarnya yang dirilis Pak Penjabat Gubernur¬† sudah kita diskusikan panjang lebar,” katanya usai menerima audiensi wali murid, Kamis (11/7/2024).

Saat disinggung mengenai petunjuk teknis (Juknis) yang menegaskan tiap calon peserta didik hanya bisa mengajukan satu akun dan tidak bisa diganti, dia mengaku tidak terlalu paham dengan regulasi ini.

Sehingga, kata Haerudin, pada intinya, dua usulan calon peserta didik itu bakal dibahas hari ini bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng.

“Wah itu enggak paham gimana. Dan karena itu usulan, kita sifatnya menghargai peserta dan teman-teman yang saat ini sedang rapat di Diadikbud. Jadi nanti kita smapaikan di Dinas Pendidikan saja ya,” ucap dia.

Diberitakan sebelumnya Pemprov Jateng memutuskan menganulir nilai piagam kejuaraan yang digunakan puluhan siswa SMPN 1 Semarang untuk mendaftar PPDB SMA/SMK negeri. Hal ini karena piagam kejuaraan marching band terbukti palsu.

Sebenarnya sekolah meraih juara 3 dalam kejuaraan, namun piagamnya dipalsukan menjadi juara 1 dan digunakan agar bisa lolos mendaftar PPDB lewat jalur prestasi.

Share This Article