INDORAYA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rembang terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Januari 2026, sebanyak 43 dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi aktif dan melayani 10.558 penerima manfaat di berbagai wilayah.
Wakil Bupati Rembang, Hanies Cholil Barro’, mengatakan puluhan SPPG yang telah beroperasi tersebut seluruhnya telah mengantongi perizinan lengkap dan izin operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Sudah 43 SPPG yang beroperasi. Seluruh perizinannya lengkap dan telah mendapatkan izin operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN),” tutur wabup, saat ditemui di kantor bupati setempat, Kamis (22/1/2026).
Ia menjelaskan, selain 43 SPPG yang sudah berjalan, saat ini masih terdapat 39 SPPG yang dalam tahap persiapan. Pemerintah Kabupaten Rembang terus mendorong agar SPPG tersebut segera beroperasi, guna memperluas jangkauan layanan MBG.
“Bagi SPPG yang belum beroperasi, Pemkab akan terus mendorong agar segera bisa berjalan. Pemerataan ini penting, karena di beberapa wilayah masih ada sekolah yang sudah menerima manfaat, sementara sekolah lain belum,” ungkapnya.
Meski masih dalam proses pengembangan, Hanies memastikan seluruh kecamatan di Kabupaten Rembang telah memiliki SPPG, sehingga program MBG sudah menjangkau 14 kecamatan.
Berdasarkan data Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Rembang, Kecamatan Rembang menjadi wilayah dengan jumlah SPPG terbanyak, yakni 11 SPPG. Disusul Kecamatan Lasem, Sarang, dan Kragan masing-masing lima SPPG.
Kecamatan Sedan dan Sulang masing-masing memiliki tiga SPPG, sementara Kecamatan Kaliori, Sumber, dan Pancur masing-masing dua SPPG. Adapun lima kecamatan lainnya masing-masing memiliki satu SPPG.
Sebagai informasi, sejak diluncurkan pada Februari 2025 hingga Januari 2026, program MBG di Kabupaten Rembang telah menjangkau total 104.558 penerima manfaat. Ke depan, cakupan program ini masih berpeluang diperluas seiring bertambahnya kuota SPPG.
Saat ini, kuota SPPG Kabupaten Rembang telah ditingkatkan dari sebelumnya 65 menjadi 104 SPPG, sehingga membuka peluang layanan MBG yang lebih merata bagi masyarakat dan pelajar di seluruh wilayah kabupaten.


