Ad imageAd image

Program Tuku Lemah Oleh Omah Jateng Terealisasi Hingga 1.790 Unit

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 911 Views
2 Min Read
Rapat konsolidasi Disperakim di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Jateng, Senin (1/7/2024). (Foto: Dok. Pemprov Jateng)

INDORAYA – Program bantuan “Tuku Lemah Oleh Omah” Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) sudah terealisasi hingga 1.790 unit. Jumlah itu tersalurkan pada tahun 2020 hingga 2023.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukinan (Disperakim) Jateng, Arief Djatmiko berkata, program Tuku Lemah Oleh Omah Jateng menyasar masyarakat yang tidak mampu. Program itu bahkan sudah direplikasi di sejumlah kabupaten/kota.

“Program itu sudah direplikasi di  Brebes, Demak, dan Kendal,” kata Arief di sela rapat konsolidasi Disperakim di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Jateng, Senin (1/7/2024).

Selain program ini, Pemprov Jateng juga menggencarkan berbagai program lainnya agar masyarakat dapat memiliki rumah sehat layak huni.

Di antaranya melalui pemberian bantuan atau stimulan rumah sederhana bagi masyarakat tidak mampu, landed house atau rumah tapak, serta pembangunan rumah vertikal di Solo dan Brebes.

Berbagai program tersebut terlaksana baik berkat kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jateng,  pemerintah kabupaten/kota, pemerintah pusat, Badan Amil Zakat Nasional, dan swasta.

“Contohnya kerja sama Pemprov Jateng dengan Pemkot Solo adalah penyediaan rumah bagi warga yang sebelumnya tinggal di atas makam,” kata Arief Djatmiko.

Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mendorong adanya peningkatan kerja sama antara pemerintah dengan stakeholder terkait dalam penyediaan perumahan bagi masyarakat Jateng.

Menurutnya, pembangunan perumahan harus mempertimbangkan banyak hal. Salah satunya memperhatikan dampak lingkungan dalam memberikan perizinan.  Apalagi untuk 2025-20245 Provinsi Jateng ditetapkan pemerintah pusat sebagai penumpu pangan dan industri.

“Ini PR (pekerjaan rumah) berat, karena di satu sisi harus menyediakan lahan untuk perumahan, dan di sisi lain juga harus menjaga kelestarian sawah dan daerah-daerah tangkapan air,” ucap Sumarno.

Dalam kesempatan itu, Sekda didampingi Kepala Disperakim Jateng melaunching program “Beranda Ngumah”. Program ini  sebagai upaya penguatan basis data perencanaan dan pengendalian penyediaan rumah sehat layak huni di Jateng.

Share this Article