INDORAYA – Program pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang digagas oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terbukti membawa manfaat nyata bagi para petani di berbagai daerah. Program ini tidak hanya mempermudah akses air untuk lahan pertanian, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan hasil panen.
Salah satu contohnya terjadi di Desa Krandon, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Setelah menerima bantuan pembangunan jaringan irigasi tersier dari Pemprov Jateng, para petani di wilayah tersebut kini tidak lagi kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah. Ketersediaan air yang memadai membuat mereka mampu menambah masa tanam serta meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian.
Eko Supriyadi, pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Krandon, menjelaskan bahwa sebelum adanya bantuan irigasi, air hanya mampu mengaliri sekitar 20 hektare lahan. Namun setelah adanya jaringan irigasi baru dari pemerintah provinsi, cakupan air kini bertambah hingga lebih dari 40 hektare.
“Ini sangat bagus dan sangat berguna bagi petani. Bahkan air yang mengalir dari jaringan irigasi itu juga dapat mengairi sawah sampai ke desa tetangga,” katanya, Selasa (11/11/2025).
Saat ini, sekitar 60 petani di desa tersebut sudah bisa memanfaatkan air dari saluran irigasi baru itu untuk menggarap sawahnya, sehingga tidak ada lagi keluhan kekurangan air.
“Petani di sini sangat senang dan merasa diperhatikan oleh pemerintah,” lanjutnya.
Salah satu petani, Rustayin, juga mengungkapkan bahwa bantuan saluran irigasi tersebut memberikan perubahan besar bagi warga. Kini mereka lebih mudah mendapatkan air, dan hasil panen meningkat signifikan. Dari yang semula hanya bisa menanam dua kali setahun, kini bisa tiga kali. Produktivitas pun naik dari 6 ton menjadi lebih dari 7 ton per hektare.
“Saya sangat senang sekali. Dulunya tanam itu hanya dua kali, sekarang bisa tiga kali. Dan hasil panennya bisa mencapai 7 ton lebih per hektare, dibanding dulu hanya 6 ton,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menegaskan bahwa sesuai dengan arahan Gubernur Ahmad Luthfi, Jawa Tengah berkomitmen menjadi daerah penopang pangan nasional. Oleh karena itu, berbagai program terus dijalankan untuk mendukung ketahanan dan produktivitas pertanian.
“Salah satunya adalah program bantuan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi. Di tahun 2025 kami sudah menyelesaikan bantuan jaringan irigasi di sembilan kabupaten. Dan nanti di perubahan ditambah lagi untuk 22 kabupaten/ kota. Dari total bantuan jaringan irigasi tersier tersebut, ada sebanyak 180 kelompok tani yang bisa mendapatkan manfaatnya,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Fransisco, bantuan juga diberikan dalam bentuk irigasi perpompaan. Sebanyak 15 kelompok tani telah menerima bantuan tersebut. Pemerintah juga mendorong program petani zilenial sebagai langkah regenerasi dan inovasi di bidang pertanian modern.
“Jadi, ini yang memang Pak Gubernur bantu, supaya bagaimana ketersediaan bisa maksimal untuk lahan,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa hasil panen di Jawa Tengah kini telah mencapai 11.360.000 ton gabah kering, melebihi target yang telah ditetapkan.
“Secara angka, sebetulnya target kita, padi kita sudah melampaui dari target,” tandasnya.


