Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Produksi Sampah di Jateng Meningkat, Heri Pudyatmoko Dorong Strategi Pengurangan dan Pengelolaan Terpadu
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Produksi Sampah di Jateng Meningkat, Heri Pudyatmoko Dorong Strategi Pengurangan dan Pengelolaan Terpadu

By Ainun Nafisah
Minggu, 01 Feb 2026
2 Views
Share
3 Min Read
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Heri Pudyatmoko
SHARE

INDORAYA — Peningkatan volume sampah di Jawa Tengah menjadi persoalan yang kian mendesak dan tidak bisa lagi ditangani secara parsial. Lonjakan aktivitas ekonomi, pertumbuhan penduduk, serta pola konsumsi masyarakat dinilai berkontribusi signifikan terhadap bertambahnya produksi sampah, sementara kapasitas pengelolaannya belum sepenuhnya seimbang.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menilai kondisi tersebut harus disikapi dengan strategi pengurangan dan pengelolaan sampah yang lebih terpadu, mulai dari hulu hingga hilir.

“Masalah sampah bukan sekadar soal tempat pembuangan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana pengurangan dilakukan sejak dari sumbernya, sekaligus memastikan sistem pengelolaan berjalan berkelanjutan,” ujar Heri di Semarang.

Ia menyoroti data produksi sampah di Jawa Tengah yang terus meningkat setiap tahun, sementara sebagian besar masih berakhir di TPA dengan metode konvensional. Menurutnya, pendekatan tersebut tidak lagi memadai untuk menjawab tantangan lingkungan jangka panjang.

Heri menekankan perlunya integrasi kebijakan antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga pemerintah desa dalam mengelola sampah. Ia menilai, tanpa perencanaan yang terkoordinasi, berbagai program pengelolaan sampah berpotensi berjalan sendiri-sendiri dan kehilangan dampak.

“Pengelolaan sampah harus dilihat sebagai satu sistem. Dari regulasi, infrastruktur, edukasi masyarakat, sampai dukungan terhadap ekonomi sirkular, semuanya harus saling terhubung,” tegasnya.

Tumpukan sampah di TPA Jatibarang, Semarang.

Selain aspek teknis, Heri juga menyoroti pentingnya perubahan perilaku masyarakat. Ia menilai, kesadaran publik dalam memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mendukung praktik daur ulang masih perlu diperkuat melalui edukasi yang konsisten.

“Kalau masyarakat hanya ditempatkan sebagai objek kebijakan, hasilnya tidak akan optimal. Mereka harus menjadi bagian dari solusi,” katanya.

Dalam konteks kebijakan daerah, Heri mendorong agar pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur pengolahan sampah, tetapi juga memperkuat skema pembiayaan, insentif bagi pelaku pengelolaan sampah, serta kemitraan dengan komunitas dan sektor swasta.

Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berkontribusi pada kualitas hidup masyarakat dan ketahanan kesehatan publik.

“Kalau sampah dibiarkan menjadi persoalan laten, dampaknya bisa merembet ke banyak sektor, dari kesehatan, lingkungan, sampai ekonomi. Ini yang harus kita cegah bersama,” ujar Heri.

Ia berharap, meningkatnya produksi sampah di Jawa Tengah dapat menjadi momentum untuk membenahi tata kelola secara menyeluruh, bukan sekadar menambah kapasitas pembuangan.

“Pengurangan dan pengelolaan terpadu adalah kunci. Tanpa itu, kita hanya memindahkan masalah dari satu tempat ke tempat lain,” pungkasnya.

TAGGED:Heri PudyatmokoPengelolaan Sampah JatenhProduksi sampah Jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Tren Kantor Fleksibel Meningkat, Awannwork Tawarkan Ruang Premium hingga Rp436 Ribu per Meter Rabu, 11 Feb 2026
  • Dana TKD Dipangkas, Anggota DPD RI Ungkap Pengangkatan PPPK Bebani Pemerintah Daerah Rabu, 11 Feb 2026
  • Stok Bahan Pokok di Jateng Aman Jelang Labaran, Harga Tetap Stabil Rabu, 11 Feb 2026
  • Prihatin Nasib Guru Honorer, PGRI Jateng Kritik Pengangkatan 32 Ribu Pegawai SPPG Jadi PPPK Rabu, 11 Feb 2026
  • Hampir 1 Bulan Hilang, Pendaki Bukit Mongkrang Gunung Lawu Ditemukan Meninggal Dunia Rabu, 11 Feb 2026
  • Hanyut di Sungai Sambong Batang, Nelayan Ditemukan Tewas Terapung di Tengah Laut Rabu, 11 Feb 2026
  • Nekat Kendarai Motor Saat Hujan Deras, Perempuan di Semarang Hanyut dan Hilang di Sungai Rabu, 11 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Stok Bahan Pokok di Jateng Aman Jelang Labaran, Harga Tetap Stabil

Rabu, 11 Feb 2026
Daerah

TMMD Reguler ke-127 Dibuka, Kodim Kebumen Bagikan Kacamata Plus Gratis untuk Ratusan Lansia

Rabu, 11 Feb 2026
Jateng

Belasan Ribu Hektare Sawah di Jateng Gagal Panen Akibat Banjir, Pati Terparah

Rabu, 11 Feb 2026
Jateng

Pemprov Jateng Tangani Banjir Pekalongan, Pompa Air Diterjunkan dan Bantuan Ratusan Juta Disalurkan

Selasa, 10 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?