Ad imageAd image

Prabowo Ungkap Indonesia Habiskan Rp319 Triliun per Tahun untuk Impor BBM

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 703 Views
2 Min Read
Prabowo Subianto di Forum Ekonomi Qatar. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Presiden terpilih Prabowo Subiantomengungkapkan bahwa Indonesia menghabiskan US$20 miliar atau setara Rp319,56 triliun (asumsi kurs Rp15.978 per dolar AS) per tahun hanya untuk impor BBM.

Lebih lanjut Prabowo mengatakan dengan anggaran impor yang tinggi itu, pemerintah harus bisa melakukan penghematan. Oleh karena itu, pihaknya kelak ingin memproduksi solar dari minyak sawit.

Menurutnya, apabila pemerintah berhasil menciptakan bahan bakar sendiri, utamanya dari sumber daya alam (SDA) yang dimiliki, maka penghematan besar akan terjadi.

Dengan begitu, anggaran impor minyak selama ini sangat besar bisa digunakan untuk program lainnya yang lebih dibutuhkan.

BACA JUGA:   Prabowo di Kampanye Akbar: Yang Tidak Setuju Makan Siang Gratis Tak Usah Gabung Kabinet

“Anda tahu, kita mengimpor US$20 miliar setiap tahun untuk minyak solar. Jadi bisa anda bayangkan penghematan yang akan kita dapatkan ketika kita beralih ke biofuel,” kata Prabowo dalam forum internasional Qatar Economic Forum yang disiarkan YouTube Bloomberg Live, Kamis (16/5/2024).

Lebih lanjut, Prabowo pun yakin mampu membuat ekonomi Indonesia tumbuh 8 persen dalam tiga tahun sejak ia menjabat. Pria yang juga menjabat menteri pertahanan itu bahkan mengklaim pertumbuhan ekonomi bisa melampaui 8 persen dalam satu periode masa jabatannya.

BACA JUGA:   Prabowo Berencana Bentuk 'Presidential Club', Begini Respon Istana

“Saya sangat percaya diri. Saya sudah berbicara dengan ahli saya. Saya sudah mempelajari angka-angkanya. Saya sangat yakin kita bisa dengan mudah mencapai (pertumbuhan ekonomi) 8 persen dan saya bertekad untuk melampauinya,” ujar Prabowo, optimis.

Namun, ia menekankan pertumbuhan itu tak bisa dicapai dalam satu tahun. Setidaknya, ia membutuhkan waktu sekitar tiga tahun.

“(8 persen dalam lima tahun?) Dalam dua atau tiga tahun,” imbuhnya.

Menurut Prabowo, berbagai program yang telah dijalankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan dilanjutkan oleh pemerintahannya nanti. Di antaranya hilirisasi dan swasembada pangan hingga energi yang dinilai sebagai kunci utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

BACA JUGA:   Projo Jateng Kecewa Berat Putusan MK Kandaskan Peluang Gibran Jadi Cawapres Prabowo

“Pada tahun-tahun pertama adalah konsentrasi kita pada pertanian, pangan, produksi pangan, distribusi pangan dan energi. Kami ingin menjadi ramah lingkungan dengan cara yang sangat cepat. Kami ingin memproduksi solar dari minyak sawit dan hal ini akan menjadi pendorong pertumbuhan yang sangat kuat,” jelasnya.

Share this Article