Ad imageAd image

Prabowo Soal Dana Abadi Budaya: Karakter Bangsa, Penting untuk Dijaga

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 806 Views
2 Min Read
Prabowo di Debat Pilpres kelima. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto, bahwa pihaknya akan mengadakan dana abadi budaya. Katanya, hal itu dibuat untuk mendorong dan mendukung budaya serta pelaku budaya di semua bidang.

Prabowo menyinggung dana abadi itu saat debat Pilpres 2024 ke-5 dalam sesi kebudayaan. Menurutnya, budaya merupakan suatu hal yang penting untuk dijaga sehingga budaya harus dilestarikan karena menyangkut jati diri bangsa.

“Budaya adalah sangat penting, budaya adalah karakter bangsa, tanpa kita membanggakan, menghormati, melestarikan budaya kita sendiri, kita hilang jati diri kita sebagai bangsa,” jelas Prabowo di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024).

BACA JUGA:   Dinilai Sosok Pemersatu Bangsa, Partai Gelora Jabar Sepakat Usulkan Prabowo di Pilpres 2024

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan, seluruh bidang budaya harus dibantu dan lindungi. Oleh karena itu, katanya, paslon nomor urut 2 Prabowo-Gibran merencanakan adanya dana abadi budaya.

“Semua bidang harus kita bantu, kita lindungi. Kami Prabowo-Gibran merencanakan ada dana abadi budaya untuk memberi dorongan, dukungan, untuk semua aktor-aktor, pelaku-pelaku budaya kita di semua bidang. Ini adalah mutlak bagi kita, budaya kita, sebagai warisan nenek moyang,” jelasnya.

Kemudian, Prabowo memberikan contoh mengenai salah satu budaya warisan nenek moyang yakni pencak silat. Prabowo juga menyampaikan pemerintah harus di depan membantu bidang budaya. Selain itu, pemerintah juga harus berperan menjaga dan melestarikan budaya.

BACA JUGA:   Waketum Partai Gerindra: Tidak Ada Wacana Prabowo Jadi Cawapres

“Contoh pencak silat beladiri, warisan nenek moyang kita. Saya sendiri sudah 37 tahun mengurusi pencak silat, belum lagi budaya-budaya lain. Seperti sendra tari, wayang kulit, wayang orang, wayang golek dan segala macam musik kita,” jelasnya.

“Ini selalu harus, pemerintah, saya agak berbeda, saya tidak ikut faham-faham neolib bahwa pemerintah bukan hanya regulator, pemerintah di depan, pelopor, intervensi bila perlu, bekerja untuk rakyat, membantu bidang budaya. Pemerintah juga harus di depan menjaga, melestarikan semua budaya kita di semua bidang,” lanjut dia.

BACA JUGA:   Menurut Survei CSIS Elektabilitas Ganjar Dominan Untuk Jadi Presiden 2024
Share this Article
Leave a comment