Ad imageAd image

PPDB Jateng 2024 Baru 2 Hari Dibuka, Ombudsman Terima 10 Aduan Masalah

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 623 Views
2 Min Read
Kepala Ombudsman Provinsi Jawa Tengah, Siti Farida. (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Tahapan pembuatan akun dan verifikasi berkas pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024/2025 baru dua hari dibuka. Hingga Rabu (12/6/2024), Ombudsman Jawa Tengah (Jateng) menerima lebih dari 10 aduan masalah.

Kepala Ombudsman Jateng, Siti Farida mengungkapkan, puluhan laporan yang masuk ke kanal aduan miliknya terdiri dari jalur zonasi, siswa miskin, aplikasi, dan seragam sekolah. Laporan itu berasal di jenjang SD, SMP, SMA dan SMK.

“SMP itu masalah penjualan seragam dan ini sedang kami awasi. Namun total jumlah pengaduannya sekitar 10 lebih, mencakup tidak hanya PPDB SMA/SMK, tapi juga SD dan SMP yang menjadi tanggung jawab (pemerintah) kabupaten/kota,” katanya saat dihubungi, Rabu (12/6/2024).

Farida menjelaskan, aduan pengadaan seragam yang berpotensi mengarah ke pungutan liar itu terjadi di salah satu SMP di Kabupaten Kendal. Pihaknya sudah meminta dinas pendidikan setempat untuk menginvestigasi kebenaran informasi ini.

Menurutnya, setiap laporan yang diterima harus dilakukan verifikasi terlebih dahulu. Sehingga Ombudsman Jateng terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait pelayanan PPDB.

“Dan temuan-temuan ini kita berkoordinasi dengan dinas terkait, dari kendal juga sudah ada respons sudah dilakukan bahasanya investigasi ke lapangan dan kita masih menunggu. Pemalang juga sama (lakukan investigasi),” ungkap Farida.

Diberitakan sebelumnya Ombudsman Jateng membuka posko aduan PPDB tahun ajaran 2024/2025. Menurut Farida, ini merupakan bagian dari pengawasan untuk mencegah praktik maladministrasi.

Pasalnya proses pelaksanaan PPDB ialah pelayanan publik dasar dalam bidang pendidikan. Ombudsman memiliki mandat untuk pelayanan publik yang bebas dari maladministrasi.

Selanjutnya Ombudsman Jateng juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang menemukan atau menjadi korban maladministrasi dalam PPDB agar melapor ke posko pengaduan melalui WhatsApp di nomor 08119983737.

Share this Article