Ad imageAd image

Polisi Dalami Kasus Keracunan Puluhan Warga di Tandang Semarang

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 928 Views
2 Min Read
Kapolsek Candisari, Iptu Handri Kristanto menunjukkan makanan yang diduga sebagai penyebab keracunan 20 warga di Tandang, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jumat (7/6/2024). (Foto: Dickri Tifani Badi/Indoraya)

INDORAYA – Polisi masih mendalami penyebab kasus keracunan massal yang menimpa 20 warga Tandang RT 06 RW 10, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Kapolsek Candisari, Iptu Handri Kristanto, menyampaikan kejadian tersebut berawal sebanyak 85 orang mengikuti arisan PKK yang digelar di salah satu rumah warga, Ari Yuniarti pada Minggu (2/6/2024) sore.

Menurutnya, tuan rumah saat itu memesan mi goreng, pisang cokelat (piscok) dan tahu bakso untuk dihidangkan dalam arisan tersebut. Sejumlah warga pun membawa mi goreng untuk dikonsumsi di rumah masing-masing.

Besoknya (3/6), ada sebanyak 20 orang mengalami gejala mual, sakit perut hingga diare. Sehingga mereka langsung dilarikan di rumah sakit.

Dari 20 korban yang diduga keracunan itu, 11 orang dirawat di RS PKU Muhamadiyah Roemani, 2 orang lainnya dirawat di RS St Elisabeth Semarang, sedangkan sisanya dirawat di puskesmas.

Iptu Handri Kristanto mengukapkan, pihaknya hingga sampai saat ini masih melakukan pengumpulan keterangan dari berbagai pihak, terutama pihak katering.

“Warga kebanyakan yang diduga keracunan karena mie goreng. Tetapi itu masih dilakukan laboratorium dan hasilnya menunggu 4 hari. Sembari menunggu, anggota masih pulbaket, katering nanti diperiksa,” ujar dia saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (7/6/2024).

Air muntahan dari korban dan mi goreng dibawa ke laboratorium untuk diperiksa apakah mengandung racun atau tidak.

“Dasar warga keracunan harus dipastikan dulu. Sehingga, air muntahan korban dan mi goreng dibawa ke laboratorium,” ungkapnya.

Share this Article