INDORAYA – Polrestabes Semarang terus mendalami kasus kecelakaan maut di Jalan Abdulrahmansaleh, Semarang Barat, yang menewaskan seorang pengendara motor dan melibatkan Warga Negara Asing (WNA) asal Cina berinisial WL atau Wu Lili (30). Polisi menyebut proses penyelidikan masih berlangsung dan belum ada penetapan tersangka.
Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Yunaldi, mengatakan pihaknya tengah mengumpulkan alat bukti serta memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan kronologi kejadian yang berlangsung pada Rabu (3/12/2025) malam tersebut.
“Ini lagi kita kumpulkan alat bukti sama saksi-saksi. Jadi WNA tersebut belum kita tahan,” ujar Yunaldi saat dihubungi wartawan, Jumat (5/12/2025).
Menurutnya, polisi telah berkoordinasi dengan pihak imigrasi serta menghadirkan penerjemah saat pemeriksaan karena yang bersangkutan tidak lancar berbahasa Indonesia. WL disebut bekerja di Indonesia, bukan wisatawan.
“Kita sudah koordinasi dengan imigrasi, juga kontak kedutaan. Pemeriksaan BAP memakai translator. Bahasa Indonesianya kurang lancar,” jelasnya.
Terkait dugaan pengemudi dalam kondisi mabuk, Yunaldi menyebut hasil pemeriksaan medis belum keluar.
“(Mabuk?) Hasil rumah sakitnya belum keluar. Untuk bagian itu bukan ranah saya, saya fokus lalu lintas kecelakaan,” katanya.
Polisi juga masih mendalami keberadaan teman yang disebut bersama WL saat kejadian.
“Makanya kita gali dulu, kita dalami. Untuk potensi penahanan, kita lihat hasil gelar perkara nanti,” tambahnya.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 22.15 WIB di dekat Burjo Kota 02, Jalan Abdulrahmansaleh. Mobil Hyundai Creta yang dikemudikan WL melaju dari arah Jalan Suratmo menuju Kalibanteng. Diduga WL kehilangan konsentrasi karena pengaruh minuman beralkohol.
Mobil tersebut oleng ke kanan dan menabrak dua sepeda motor yang datang dari arah berlawanan, yakni Honda PCX merah dan Honda Beat.
Akibat benturan keras itu, pengendara Honda Beat bernama Putri Damar Timur (23), warga Semarang Barat, mengalami luka parah pada bagian dada dan meninggal dunia setelah mendapat perawatan di RS Samsoe Hidajat. Pengendara PCX, Mei RD (18), juga mengalami luka-luka.
Keluarga korban, Putri Damar Timur, menyatakan masih terpukul atas kejadian ini dan berharap proses hukum berjalan transparan. Ayah korban, Riyanto (56), mengatakan pihaknya belum bisa banyak memberi tanggapan karena masih dalam suasana duka.


