INDORAYA – Politeknik Negeri Semarang (Polines) melakukan kegiatan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat dalam penyusunan grand design Desa Nawangsari Kabupaten Kendal.
Selain menyusun grand desain, tim pengabdian dari Polines juga menanam ribuan pohon di Sungai Bulanan guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan, Sabtu (27/9/2025).
Program pengabdian ini hadir untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan lingkungan desa, yang selama ini menghadapi permasalahan kemiskinan, rendahnya literasi keuangan, serta ancaman erosi di sepanjang sungai.
Ketua Tim Pengabdian Polines, Sam’ani menjelaskan bahwa penyusunan grand design desa akan memberikan arah pembangunan jangka panjang agar potensi lokal dapat dioptimalkan.
“Grand Design ini menjadi pedoman lima tahun ke depan agar Nawangsari memiliki arah pembangunan yang pasti, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan juga diisi dengan penanaman 1.000 bibit pohon di sepanjang Sungai Bulanan, yang selama ini mengalami erosi serta berpotensi menimbulkan longsor dan banjir. Penghijauan ini melibatkan masyarakat, perangkat desa, serta tim Polines.
Kepala Desa Nawangsari, Muhammad Ainurrokhim, menyambut baik pendampingan dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Polines.
“Penanaman pohon dan penyusunan grand design sangat membantu desa kami, terutama untuk menghadapi persoalan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama ini tebing sungai yang rawan longsor menjadi kekhawatiran warga, sehingga kegiatan penghijauan ini menjadi langkah penting dalam menjaga keselamatan dan keberlanjutan lingkungan desa.
Program pengabdian Polines ini turut melibatkan mahasiswa dalam pemetaan potensi desa, pengumpulan data, dan monitoring pertumbuhan pohon. Melalui kegiatan ini, diharapkan Nawangsari dapat tumbuh sebagai desa yang mandiri, adaptif, serta memiliki kekuatan perencanaan pembangunan yang lebih baik.


