Ad imageAd image

Polda Jateng Ungkap Kasus Penembakan di Hotel Braga Banyumas, Begini Kronologinya!

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 915 Views
4 Min Read
Kapolda Jateng , Irjen Pol Ahmad Luthfi menanyakan kepada para tersangka, Senin (29/4/2024). (Foto: Polda Jateng)

INDORAYA – Polda Jawa Tengah (Jateng) berhasil mengungkap kasus penembakan yang terjadi di Hotel Braga, Kabupaten Banyumas, Jateng pada Sabtu (27/4/2024).

Pengungkapan itu disampaikan saat konferensi pers gelar perkara di Aula Rekonfu Polresta Banyumas, Senin (29/4/24).

“Hari ini, kita ungkap kasus pasal 338 KUHP yaitu barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun,” ungkap Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi didampingi Kapusada TNI / Danrem 071/WK Brigjen TNI Mohammad Andy Kusuma, PJU Polda Jateng, PJ Bupati Banyumas Hanung Cahyo Saputro, serta Kapolresta Banyumas.

Adapun tersangka dalam kasus itu, yakni satu tersangka berinisial AYR (32) pekerjaan swasta asal Kelurahan Cinunuk, Kecanatan Cileunyi, Kabupaten Bandung dan berdomisili di Desa Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas.

Luthfi mengungkap bahwa kasus ini terjadi pada Sabtu (27/4/2024) sekiranya pukul 03.45 WIB, yakni ada penembakan yang mengakibatkan korban seorang juru parkir bernama Fajar Subekti (35), warga Desa Karangsari Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, meninggal dunia.

BACA JUGA:   Bawaslu Jateng Fokus Cermati Daftar Pemilih Sementara Pemilu 2024

“Jadi ketika di area parkir, pelaku AYR bersama tiga temannya hendak keluar dengan menggunakan kendaraan. Ketika di portal parkir, petugas parkir menanyakan kartu parkir dan menyampaikan tagihan parkir sebesar lima belas ribu rupiah, namun pengendara hanya memberikan uang sebesar tujuh ribu rupiah serta tidak bisa menunjukan kartu parkir sehingga diminta untuk menunggu karena portal parkir tidak bisa dibuka,” papar Kapolda Jateng.

Lantaran tidak terima diminta untuk menunggu, pelaku keluar dari dalam mobil sambil mengeluarkan senjata api dan menembakan dua kali ke arah petugas parkir (korban) mengenai dada kanan dan kiri sehingga menyebabkan korban meninggal dunia.

“Motifnya pelaku emosi dan tidak terima kepada petugas parkir karena diminta untuk menunggu, kemudian pelaku menggunakan senpi rakitan jenis revolver menembakan kearah korban dua kali,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Basarnas Kerahkan 2.657 Personel untuk Hadapi Kedaruratan Selama Lebaran 2024

Atas kejadian tersebut, tim Sat Reskrim Polresta Banyumas melakukan olah TKP, dan memeriksa saksi sehingga dapat mengidentifikasi pelaku

Pada hari Sabtu (27/4) pukul 07.30 wib, tim Sat Reskrim bersama Unit Gegana beserta 1 pleton Kompi 2D Sat Brimob Polda Jateng melakukan penangkapan terhadap pelaku di salah satu kamar Guest House Jl. A Jaelani Karangwangkal, Kec. Purwokerto Utara, Kab. Banyumas.

“Jajaran Reserse Polresta Banyumas dan tim dalam waktu 4 jam bisa menangkap pelaku yaitu AYR (32) karyawan sawasta warga Bandung,” kata Kapolda.

Hasil pengembangan, terungkap 2 (dua) pelaku yang menyediakan senpi rakitan jenis revolver yang berisi 5 butir peluru 9 mm dan satu senpi rakitan jenis revolver berisi NAA kaliber 22 mm.

“Senjata didapat pelaku membeli pada dua tersangka yang sekarang telah kita amankan. Jadi jumlah tersangka terdapat 3 (tiga) orang yaitu berinisial AYR, RN dan AK,” sambungnya.

Dari penangkapan tersebut, pihaknya menyita barang bukti berupa satu pucuk senpi jenis Revolver rakitan berisi 5 butir peluru dengn kaliber 9mm, 1 (satu) pucuk senpi rakitan jenis revolver berisi NAA kaliber 22mm, 1 (satu) satu pucuk senapan air gun PCP merk venus kaliber 177/4,5 mm, 1 (satu) satu pucuk air gun laras pendek, 38 butir peluru tajam kaliber 9x19mm, 85 butir peluru hampa kaliber 5,6 atau 22mm, 57 butir peluru tajam kaliber 5,6 atau 22mm, 3 proyektil kaliber 9mm, satu unit kendaraan merk honda jazz, satu buah hp merk samsung dan 2 proyektil peluru.

BACA JUGA:   Macet Parah di Jalur Pantura Rembang, Pengusaha Truk Rugi Rp 1 Juta Sehari

Atas kejadian tersebut, Kapolda mengimbau masyarakat untuk tidak main-main dengan senjata api apapun bentuknya dan akan dikenakan undang-undang darurat

“Apabila menemui apapun ataupun menjadi korban kejahatan segera menghubungi pihak yang berwajib maka kita akan tuntaskan. dan para Reserse akan dijadikan “hunter” sehingga para pelaku kejahatan yang masuk wilayah Jawa Tengah akan merasa gerogi ( takut) untuk melakukan aksinya,” pungkasnya.

Share this Article
Leave a comment