Ad imageAd image

Polda Jateng Ringkus 6 Debt Collector Kasus Tarik Paksa Kendaraan dengan Kekerasan

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 796 Views
4 Min Read
Direktur Reskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora saat memberikan keterangan soal 6 Debt Collector yang ditangkap kasus penarik kendaraan secara paksa dengan kekerasan, Rabu (15/11/2023). (Foto: Dokumen untuk Indoraya)

INDORAYA – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng, meringkus enam orang komplotan oknum debt collector (DC) atau penagih utang yang melakukan pemukulan, intimidasi hingga merampas mobil milik masyarakat yang tersangkut kredit macet.

Direktur Reskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora mengatakan selain enam orang yang ditangkap, pihaknya masih memburu empat pelaku yang masih buron, termasuk di antaranya direktur perusahaan atau yang mempekerjakan para DC itu.

Dia menambahkan, modus para pelaku ini yakni memaksa kendaraan masyarakat yang mengalami kredit macet. Tak hanya menarik kendaraan saja, para pelaku pun tega melakukan intimidasi hingga pemukulan. Oleh sebab itu, polisi mengenakan Pasal 170 KHUP.

“Kedua menarik paksa kendaraan tersebut di tempat ditinggal pemilik dengan menggunakan alat towing (mobil towing). Ini merupakan pencurian yang dikenakan Pasal 363 KHUP,” ungkap dia saat diwawancarai di Mako dan Kennel K-9 Dit Samapta Polda Jateng, Kota Semarang, Rabu (15/11/2023).

Johanson mengungkapkan kronologi kejadian penarikan paksa DC kepada masyarakat yang mengalami kredit macet. Menurutnya, kejadian terjadi di parkiran CIMB Niaga Pemuda, pada Jumat (6/10/2023) lalu sekitar pukul 22.00 WIB.

Adapun para tersangka yang ditangkap yakni YM (23), warga Kelurahan Tlogosari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang; PM, (35), warga Jalan Woltermonginsidi Nomor 12, Pedurungan, Kota Semarang; AB (35), warga Kelurahan Tlogosari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang; SN, (38), warga Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak; YA, (32), warga Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang; dan TB (46), warga Bekasi, Jawa Barat.

Sementara untuk korbannya adalah ibu rumah tangga berinisial DS, 43, warga Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Sedangkan, mobil yang dibawa para DC itu Mitsubishi Outlander warna merah.

“Kronologinya, pada Jumat (6/10/2023) sekira pukul 16.00 WIB. Korban baru saja mengantar ibunya ke RS Pantiwilasa Jalan Dr. Cipto, Kota Semarang hendak pulang ke rumah. Di parkiran saat hendak menutup pintu mobil, tersangka YM tiba-tiba menutup pintu mobil dan mengatakan dirinya dari CIMB Niaga Finance,” jelasnya.

“Dia menyebut akan membawa mobil itu karena sudah menunggak 8 bulan. Korban diminta turun, dan beberapa tersangka lain masuk mobil membuat takut ibu dan anak korban. Korban menghubungi ayahnya untuk menjemput,” tambahnya.

Tim dari Polrestabes Semarang dan Polsek Semarang Timur sempat datang dan mengimbau menyelesaikan persoalan di Polrestabes Semarang.

Namun di Mapolrestabes Semarang, kata Johanson, pihak DC tetap memaksa korban menyerahkan kendaraan hingga meminta ke kantor CIMB Niaga untuk pelunasan.

Pada pukul 19.35 WIB, rombongan tiba di CIMB Niaga dan dilakukan negosiasi namun belum ada kesepakatan. Korban dipaksa tanda tangan berita acara penyerahan kendaraan, namun menolak.

Sekira pukul 20.39 WIB, korban pergi meninggalkan CIMB Niaga dengan mobil terparkir kondisi terkunci. Tak lama para tersangka memesan towing untuk mengangkut mobil milik korban tanpa seizin korban dan dibawa ke pool di wilayah Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, atau tepatnya di depan RS Tugurejo.

Berangkat dari insiden itu, Ditreskrimum Polda Jateng melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap 6 pelakunya dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami imbau DPO yang kabur menyerahkan diri untuk kami proses, apabila tidak serahkan diri maka tim Resmob maupun Jatanras akan lakukan upaya paksa, tegas dan terukur,” lanjut Kombes Johanson Simamora.

Dia menegaskan DC tidak boleh menarik kendaraan sebab sudah diatur dalam Undang-Undang Fidusia apabila terjadi kredit macet oleh kreditur, maka pihak leasing yang melaporkan ke kepolisian.

“Itu sudah diatur UU Fidusia, jadi tidak ada sembarang-sembarang menarik paksa. Kami sudah koordinasi dengan OJK, itu Perusahaan nya resmi, kalau melakukan pelanggaran nanti oleh OJK akan dilakukan pencabutan (izin),” sambung Kombes Johanson.

Para tersangka itu kini ditahan di Polda Jateng. Barang buktinya; mobil milik korban, sebuah mobil towing, 2 mobil sarana DC, 1 bundel dokumen fidusia, rekaman CCTV, 6 ponsel dan kartu identitas milik para tersangka.

Share this Article