Ad imageAd image

Polda Jateng Musnahkan Barang Bukti Lima Kasus Narkoba, Satu di Antaranya Jaringan Jawa-Sumatera

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 832 Views
4 Min Read
Konferensi pers pemusnahan barang bukti tindak pidana narkotika yang diungkap oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jateng, Rabu (20/3/2024). (Foto: Dickri Tifani Badi)

INDORAYA – Sebanyak lima kasus narkotika berhasil diungkap oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jateng dengan total 7 tersangka yang ditangkap.

Dari lima kasus tersebut, Ditresnarkoba Polda Jateng mengamankan 47,8 kilogram sabu dan 34.743 butir pil ekstasi.

Barang bukti dengan total itu merupakan pengungkapan pada tanggal 12 Januari dan 21 Februari 2024.

Pengungkapan itu kemudian dilakukan pemusnahan barang bukti dengan alat incenerator mobile milik BNN Provinsi Jawa Tengah di Mako Ditresnarkoba Polda Jateng, Tanah Putih, Kota Semarang, Rabu (20/3/2024).

“Barang bukti tersebut berasal dari 5 perkara TP Narkotika. 3 perkara di bulan Januari 2024 dan 2 perkara di bulan Februari 2024,” ujar Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Satake Bayu.

Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol Muhammar Anwar Nasir menjelaskan bahwa dari 5 perkara yang diungkap, pihaknya turut mengamankan 7 orang tersangka.

“Dari kelima perkara tersebut, kasus terbesarnya adalah pengungkapan tanggal 21 Februari 2024 di Gerbang Tol Cikande, Banten yang mengamankan 51 kg (bruto) sabu dan 34.800 butir pil extasi,” terang Muhammar Anwar Nasir.

BACA JUGA:   Wali Kota Tegal Tegaskan Penerima Sembako Subsidi Harus Tepat Sasaran

Dalam pengungkapannya, pihaknya berhasil mengamankan 2 orang tersangka berinisial GDA dan PR yang menggunakan modus menyamarkan barang bukti narkoba dalam mobil box berisi minuman kemasan sebagai upaya peredaran narkotika lintas Jawa-Sumatera.

“Barang bukti yang diamankan dalam 5 kasus tersebut kemudian dilakukan penyisihan guna keperluan penuntutan di kejaksaan dan persidangan di pengadilan. Sisanya akan dimusnahkan menggunakan Mobile Incenerator,” katanya.

Kegiatan pemusnahan diawali dengan menimbang ulang barang bukti yang dilakukan oleh Tim Labfor Polda Jateng yang dipimpin AKBP Bowo. Pemusnahan sendiri dilakukan secara bertahap mengingat banyaknya barang bukti yang dimusnahkan dan terbatasnya kapasitas Mobile Incenerator untuk melakukan pemusnahan.

“Mengingat banyaknya barang bukti, pemusnahan dilakukan bertahap. Dalam setiap tahap akan dimusnahkan kurang lebih 7 kg barang bukti yang akan memakan waktu sekitar 1 jam. Diperkirakan pemusnahan seluruh barang bukti akan selesai dalam waktu 6 jam,” ujar AKBP Bowo.

BACA JUGA:   Petugas KPPS Dianggap Tak Profesional, 24 TPS di Jateng Pemungutan Suara Ulang

Meski kapasitas pemusnahan Mobile Incenerator milik BNNP terbatas, namun alat tersebut dinilainya sangat membantu kegiatan operasional Polda Jateng terutama terkait pemusnahan Barang Bukti Narkotika.

Menurutnya, pemusnahan barang bukti narkoba perlu dilakukan secara hati-hati hingga musnah tanpa sisa dan tidak membawa dampak bagi lingkungan.

“Kalau dulu incenerator hanya stasioner di Labfor Polda Jateng, dengan adanya Mobile Incenerator milik BNNP ini sangat membantu karena bisa dilakukan dimana saja tanpa membawa dampak bagi lingkungan,” sebutnya.

Dijelaskan pula bahwa pembakaran melalui Mobile Incenerator melalui 2 tahap yaitu pembakaran barang bukti itu sendiri dalam sebuah tungku bersuhu tinggi dan pembakaran sisa asap yang dihasilkan sehingga asap yang keluar dari cerobong incenerator bersih dari kandungan bahan yang dibakar.

BACA JUGA:   PWNU Jateng: Ramadan Mendidik Kita Menjadi Pribadi yang Lebih Bijak

“Karena amphetamine merupakan bahan yang sangat waberbahaya. Lethal dosisnya 149 gram, artinya jika dosis itu digunakan dalam sekali konsumsi akan mengakibatkan kematian. Jumlah sabu sebanyak ini (49 kilogram) cukup untuk merenggut nyawa orang satu kelurahan. Sehingga dengan pemusnahan ini banyak nyawa masyarakat yang bisa diselamatkan dari bahaya penyalahgunaan Narkotika,” tandasnya

Atas aksi kejahatan mereka, seluruh tersangka diancam pasal 112 ayat (2), pasal 114 ayat (2) dan pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana Mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (Dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Share this Article
Leave a comment