Ad imageAd image

Polda Jateng Buru 7 DPO Kasus Rampas Paksa Kendaraan Nasabah

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 933 Views
4 Min Read
Ditrekrimum Polda Jateng saat mengungkap kasus debt collector yang merampas kendaraan nasabah secara paksa, Kamis (7/12/2023). (Foto: Dickri Tifani Badi/Indoraya)

INDORAYA – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah (Jateng) menyatakan masih ada tujuh orang debt colector yang belum ditangkap dan
masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait aksi penarikan secara paksa yang disertai kekerasan terhadap pemilik lima mobil pribadi di kota Semarang.

Satu dari tujuh tersangka masuk DPO, yakni direktur kantor jasa debt collector hingga sampai saat ini masih diburu oleh Tim Jatanras Polda Jateng.

Saat ini, Ditreskrimum Polda Jateng sudah menangkap SN, 40, YA, 29, YM, 23, PM, 35, AB, 30, ASL, 39, TBG, 46, dan MAA, 27.

“Dari 8 tersangka itu, masih ada 7 tersangka yang DPO. Dan juga ada salah satu direktur dari debt collector yang melarikan diri,” jelas Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Johanson Ronald Simamora saat konferensi pers gelar perkara di Ditrekrimum Polda Jateng, Kamis (7/12/2023).

Hingga kini, Johanson mengaku pihaknya masih terus mencari keberadaan para tujuh tersangka yang masuk DPO. Johanson juga mengingatkan agar para tersangka itu untuk menyerahkan diri.

BACA JUGA:   Dishub Siapkan Skenario Antisipasi Kemacetan Sambut 12,9 Juta Pemudik Masuk Jateng

Jika tidak menyerahkan diri, pihaknya menegaskan akan melakukan tindakan tegas dan terukur ke tujuh pelaku tersebut.

“Kalian bisa bersembunyi, tapi kami akan mengajar kalian, Deri resmib akan melakukan tindakan keras dan terukur jika tak menyerahkan diri,” tegas Johanson.

Bahkan, Dirreskrimum Polda Jateng ini mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengetahui keberadaan salah satu tersangka dari tujuh orang itu.

“Salah satu DPO, ada yang pulang kampung. Dan satu yang menyerahkan diri. Itu merupakan hak positif. Tapi kalau ada yang melarikan diri nanti kita melakukan upaya tegas,” ungkapnya.

Sementara Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Satake Bayu Setianto mengatakan pemberantasan premanisme menjadi salah satu prioritas Polda Jateng. Pihaknya akan melakukan penyelidikan dan penangkapan bagi para pelaku premanisme yang melakukan intimidasi maupun perampasan di masyarakat

BACA JUGA:   Prihatin Warga Jateng Jadi Korban TPPO, Heri Pudyatmoko Minta Pemerintah Serius Lakukan Mitigasi

“Bagi para pelaku yang masih buron, akan terus kami buru. Anda bisa melarikan diri, tapi anda tidak bisa sembunyi,” tegasnya

Diberitakan sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah (Jateng) mengungkap kasus debt collector (DC) atau mata elang yang merampas kendaraan disertai kekerasan di Kota Semarang, Jateng. Dalam pengungkapannnya, polisi berhasil menangkap delapan orang debt collector.

Para debt collector yang ditangkap, yaitu SN, 40, YA, 29, YM, 23, PM, 35, AB, 30, ASL, 39, TBG, 46, dan MAA, 27 ditetapkan sebagai tersangka. Mereka melakukan penarikan terhadap pemilik lima kendaraan roda empat secara paksa yang disertai kekerasan dengan dalih kredit macet.

Kedelapan tersangka tersebut dihadirkan saat konferensi pers gelar perkara di Ditreskrimum Polda Jateng, Kamis (7/12/2023), satu dari delapan tersangka DC yang diringkus polisi, TBG mengakui telah melakoni profesi sebagai DC selama 22 tahun.

BACA JUGA:   Jadi Pemilih Paling Dominan, Kesbangpol Jateng Ajak Generasi Muda Berpartisipasi Sukseskan Pemilu 2024

Pria asal Bekasi, Jawa Barat (Jabar), itu diajak rekannya untuk melakoni pekerjaan ini. TBG juga mengaku mendapat gaji Rp 20 hingga Rp 30 juta per bulannya.

“Saya digaji bulanan. Sekitar Rp20 juta sampai Rp30 juta per bulan,” aku TBG saat dihadirkan di kantor Ditreskrimum Polda Jateng, Kamis (7/12/2023).

Selain AJG, sebanyak 7 debt colector lain yang telah ditangkap dan ditetapkan tersangka dalam kasus tersebut di antaranya
SN, 40, YA, 29, YM, 23, PM, 35, AB, 30, ASL, 39, dan MAA, 27.

Tak hanya kedelapan tersangka saja, polisi juga masih memburu 7 orang lainnya yang saat ini daftar pencarian orang (DPO).

Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Johanson Ronald Simamora mengatakan penangkapan para tersangka ini didasarkan dua laporan masyarakat.

“Mereka dilaporkan karena menarik kendaraan dengan alasan dapat surat kuasa dari leasing tempat kerja,” kata Kombes Pol Simamora.

Share this Article
Leave a comment