Ad imageAd image

Nilai Piagam Palsu Dianulir, Ortu Protes Disdikbud Jateng Agar Anaknya Lolos Sekolah Negeri

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 5 Views
3 Min Read
Puluhan orang tua dan calon peserta didik baru melakukan protes di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (11/7/2024) malam. (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Puluhan orang tua dan calon peserta didik lulusan SMPN 1 Semarang melakukan protes atas kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah (Jateng) yang menganulir nilai piagam palsu yang digunakan siswa tersebut untuk mendaftar sekolah negeri.

Mereka ramai-ramai melayangkan protes di Kantor Disdikbud Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (11/7/2024) malam. Para orang tua itu tidak terima karena nilai piagam kejuaraan anaknya tidak dihitung dalam sistem PPDB jalur prestasi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, orang tua dan siswa memenuhi halaman Kantor Disdikbud Jateng sekira pukul 18.30 WIB. Mereka menanti jawaban dan keputusan dari Disdikbud terkait nasib anak-anak mereka yang terancam gagal sekolah di sejumlah SMA/SMK negeri di Semarang.

Sebelumnya puluhan orang tua dan siswa itu menggeruduk Kantor Gubernur Jateng, Kamis (11/7/2024) siang karena tidak terima poin piagamnya dianulir. Mereka meminta opsi dimasukkan dalam kuota cadangan atau diberikan kesempatan mengganti piagam lain yang asli.

Sekira pukul 19.30 WIB, Kepala Disdikbud Jateng Uswatun Hasanah dan sejumlah pejabat lainnya memberikan keterangan kepada orang tua. Di momen itu, orang tua menyampaikan aspirasi memperjuangkan nasib 69 siswa yang terancam tidak lolos PPDB jalur prestasi.

Di sana orang tua menyampaikan tidak tahu menahu jika piagam yang digunakan anaknya untuk mendaftar PPDB SMA/SMK negeri palsu. Mereka membela diri dan menyatakan dirinya sebagai korban.

Terkait kebijakan yang menganulir nilai piagam palsu yang bisa menggugurkan nama calon peserta didik dalam PPDB kali ini, para orang tua berpendapat Disdikbud Jateng tidak bisa serta-merta mengganti nama anaknya yang sudah masuk dalam sistem.

“Kenapa sekarang dieliminasi di luar sistem,” kata seorang perwakilan wali murid kepada Kepala Disdikbud Jateng, Uswatun Hasanah.

Selain itu, orang tua lain juga berpendapat bahwa kebijakan menganulir nilai piagam palsu secara manual tidak sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB Jateng.

“Ini apakah dibenarkan secara Juknis? Karena itu benar-benar melanggar Juknis bu. Kalau itu dilakukan manual di luar Juknis, harusnya keinginan kita untuk menambah nilai atau di peringkat bisa dijalankan (secara manual),” tambah seorang wali murid lain.

Atas hal ini, orang tua berharap Disdikbud memberikan kesempatan bagi calon peserta didik untuk mengganti piagam palsu dengan piagam kejuaraan lain secara manual. Mereka berharap agar siswa yang sudah mendaftar di sejumlah SMA/SMK negeri lewat jalur prestasi bisa diterima.

Dalam kesempatan itu, Disdikbud Jateng melakukan audiensi dengan perwakilan orang tua terkait solusi atas persoalan ini. Hingga pukul 21.10 WIB, audiensi masih berlangsung di dalam kantor dan sejumlah orang tua dan siswa masih menunggu di halaman.

Share This Article