INDORAYA – Suasana belajar di kelas 6B SDN Jatingaleh 01, Kota Senarang mendadak berubah mencekam setelah plafon gypsum tiba-tiba ambrol pada Kamis (11/12/2025) pagi. Peristiwa yang terjadi di lantai dua gedung sekolah itu mengakibatkan lima siswa mengalami luka ringan, sementara seorang guru mengalami syok dan membutuhkan penanganan.
Kepala SDN Jatingaleh 01, Sutikno Jati, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan plafon roboh tanpa tanda-tanda kerusakan sebelumnya.
Adapun kejadian berlangsung sekitar pukul 07.20 WIB, ketika kegiatan belajar mengajar baru akan dimulai.
“Itu terjadi tiba-tiba. Anak-anak tidak melihat ada tanda-tanda mau roboh. Mereka baru masuk kelas, mau berdoa, tiba-tiba plafon ambrol begitu saja,” ujar Sutikno saat dikonfirmasi Indoraya.News, melalui panggilan WhatsApp, Jumat (12/12/2025).
Ia menambahkan, saat kejadian kelas sedang penuh oleh siswa sehingga beberapa anak panik dan menangis karena kaget.
“Ramai anak-anak, ada yang nangis karena kaget. Kami tidak menyangka sama sekali. Ada lima anak yang luka sedikit di tangan, ada yang di kaki, di pelipis. Gurunya tidak luka, hanya kaget karena syok,” jelasnya.
Guru dan petugas UKS langsung mengevakuasi para siswa untuk mendapatkan pertolongan pertama. Beberapa murid diberi salep, sementara lainnya dibawa orang tua ke fasilitas kesehatan terdekat. Setelah kondisi terkendali, seluruh siswa dipindahkan ke ruang perpustakaan untuk menenangkan suasana.
Hingga siang hari, kondisi para siswa dipastikan stabil dan tidak ada keluhan pusing ataupun nyeri.
“Sorenya, mereka ikut kegiatan perkemahan dan semuanya sudah sehat,” tambah Sutikno.
Dinas Pendidikan Kota Semarang Turun Tangan
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Semarang, Aji Nur Setiawan, memastikan pihaknya langsung melakukan langkah cepat untuk memastikan keamanan seluruh ruang kelas.
“Kami akan melakukan asesmen teknis seluruh plafon dan struktur ruang kelas, termasuk ruang yang mulai melengkung,” kata Aji.
Ia menyampaikan bahwa ruang kelas terdampak akan diusulkan untuk perbaikan menyeluruh. Anggaran pemulihan akan dialokasikan melalui mekanisme resmi, dengan percepatan pengerjaan melalui rekanan yang ditunjuk.
Dinas Pendidikan juga memastikan setiap tahapan evaluasi dan perbaikan dilakukan dengan pengawasan ketat.
“Kami akan melakukan monitoring berkala agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.


