Ad imageAd image

Pj Gubernur Jateng Wanti-wanti Potensi Konflik di Pilkada Lebih Tinggi Dibanding Pilpres

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 941 Views
3 Min Read
Pj Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Nana Sudjana usai menghadiri Rapat Koordinasi Pemantapan Isu-isu Strategis Jelang Pilkada 2024 di Front One HK Resort, Semarang, Selasa (26/6/2024). (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Pj Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Nana Sudjana mewanti-wanti potensi konflik dan ketegangan sosial dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 lebih tinggi dibandingkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 kemarin.

Hal ini dikarenakan lokus Pilkada lebih kecil, yakni spesifik di lingkup sau daerah saja. Sehingga konflik sosial rawan terjadi ketika masyarakat di satu daerah memiliki perbedaan sikap dan pilihan politik.

Selain itu, kata Nana Sudjana, semakin sedikit pasangan calon yang bertarung dalam kontestasi Pilkada 2024, maka konflik semakin rawan.

“Semakin sedikit pasangan calon akan semakin rawan, ketika paslon hanya dua, berbeda dengan misalnya paslonnya empat, ataupun lima,” katanya usai menghadiri Rapat Koordinasi Pemantapan Isu-isu Strategis Jelang Pilkada 2024 di Front One HK Resort, Semarang, Selasa (26/6/2024).

Meski tantangannya cukup berat, namun pihaknya akan berusaha memitigasi dan meminimalisir potensi konflik yang akan terjadi. Pemprov Jateng akan melibatkan Kesbangpol, TNI/Polri, dan penyelenggara Pemilu terkait hal ini.

Selain itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan partai politik serta pasangan calon nantinya untuk mendinginkan suhu politik saat memasuki tahapan Pilkada. Ini supaya masyarakat, khususnya para pendukung dan relawan dapat terkendali dengan baik.

“Dalam hal ini kami tetap yakin kita tetap koordinasi dengan partai politik untuk melakukan pendekatan dengan paslon untuk mampu mengendalikan partisipan dan konstituennya supaya mereka betul-betul kuat menghadapi berbagai hal, misalnya provokasi,” ungkap Nana.

Dalam momen itu, dia juga membeberkan empat indikator kesuksesan pelaksanaan Pilkada 2024. Pertama yaitu partisipasi masyarakat yang tinggi, seperti dalam Pemilu 2024 kemarin yang melebihi target.

“Pertama adalah partisipasi masyarakat yang tinggi, kemarin ketika Pemilu Presiden kita targetkan 80 persen dan alhamdulillah karena antusiasme ramai, sehingga pelaksanaan bisa 82 persen (partisipasi masyarakat),” kata Nana.

Indikator kedua yaitu terjaganya iklim yang kondusif di Jateng. Sehingga pelaksanaan Pilkada 2024 dapat berjalan dengan aman dan tertib hingga pemungutan suara selesai.

Ketiga, yaitu peran pemerintah daerah dan jajaran Forkopimda dalam menyukseskan Pilkada. Indikator keempat adalah sektor pelayanan publik tetap berjalan di tengah kontestasi Pilkada 2024.

“Keempat, roda pemerintahan tidak terganggu dan berjalan sebagaimana layaknya. Artinya pelayanan kepada masyarakat harus berjalan dengan baik,” tandas Nana Sudjana.

Share this Article