Ad imageAd image

Pj Gubernur Jateng Kaget 67 Petugas Pemilu 2024 Meninggal Dunia: Saya Prihatin

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 3 Views
2 Min Read
Pj Gubernur Jawa Tengah usai Rapat Koordinasi Desk Pilkada dan Kondusivitas Wilayah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Selasa (9/7/2024). (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Pj Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Nana Sudjana merasa terkejut saat mengetahui jumlah petugas Pemilu 2024 yang meninggal dunia tergolong banyak. Disebutkannya, jumlah petugas di Jateng yang meninggal saat pelaksanaan Pemilu 2024 lalu mencapai 67 orang.

Keprihatinan Nana ini disampaikan dalam agenda Rapat Koordinasi Desk Pilkada dan Kondusivitas Wilayah yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Selasa (9/7/2024).

“Saya prihatin juga di Pilpres kemarin kita menempati urutan kedua petugas Pemilu yang meninggal. Jawa Tengah yang kedua dengan 67 petugas kita yang meninggal, prihatin banget kok masih tinggi gitu,” kata dia.

Dia merinci, 67 petugas Pemilu yang meninggal dunia itu di antaranya PPK empat orang, PPS 16 orang, KPPS 31 orang, Linmas 13 orang, Pantarlih dua orang, dan panitia pengawas satu orang.

Jumlah tersebut tersebar di berbagai TPS di sejumlah kabupaten/kota di Jateng. Jumlah petugas yang meninggal dunia ini terhitung sejak KPU dan Bawaslu melantik Badan Adhoc untuk bertugas.

“Ini harus menjadi evaluasi kita, cukup banyak juga, kita (Provinsi Jateng) menempati urutan kedua, 67 orang yang meninggal kemarin (Pemilu 2024),” ujar Nana Sudjana.

Dikatakannya, dia merasa bingung karena jumlah Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang meninggal pada Pemilu 2024 di Jateng tergolong cukup tinggi, yaitu 13 orang.

“Yang saya bingungkan Linmas ini kan kalau kita lihat tidak secapek KPPS yang mana mereka dikejar waktu,” ungkap dia.

Nana bilang, yang dia bingungkan ialah padahal Linmas tugasnya tidak seberat dan tidak selelah KPPS yang menyiapkan pencoblosan hingga menghitung surat suara Pemilu.

“Kalau Linmas kan pengamanan, kalau dia capek duduk kan, yang penting dia ada di situ (TPS). Tapi kok cukup banyak juga sampai 13 orang yang meninggal,” ucap dia.

Sebagai bahan evaluasi, Nana meminta Satpol PP lebih memperhatikan kesehatan dan usia dalam merekrut Linmas pada Pilkada 2024. Sehingga nantinya dapat mengawasi dan mengamankan situasi di TPS dengan baik.

“Saya minta Satpol PP dalam hal merekrut Linmas ini betul-betul memang masalah usia, masalah kesehatan yang utama. Jangan sampai ada lagi Linmas yang meninggal,” tandasnya.

Share This Article