Ad imageAd image

Pilkada Lebih Rawan Dibanding Pilpres, Partisipasi Pemilih Jateng Ditarget 82 Persen

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 910 Views
2 Min Read
Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana. (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Nana Sudjana menyebut bahwa konflik dan ketegangan sosial pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 lebih rawan dibanding Pemilihan Presiden (Pilpres) kemarin.

Menurut Nana, hal ini karena pada Pilkada, pasangan calon yang akan berkompetisi dalam satu kabupaten/kota. Sehingga perlu dilakukan antisipasi-antisipasi, di antaranya membangun komunikasi baik dengan partai politik, tim sukses, maupun masyarakat.

Hal ini disampaikan Nana dalam agenda Rapat Koordinasi Desk Pilkada dan Kondusivitas Wilayah yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Selasa (9/7/2024).

Dia berpesan, pada Pilkada 2024 ini, seluruh elemen yang terlibat diminta lebih mengedepankan upaya-upaya pencegahan daripada penindakan dengan meningkatkan sosialisasi, edukasi, maupun komunikasi.

“Pencegahan lebih baik dari pada penindakan, makanya seluruh forkomimda, KPU dan Bawaslu harus kompak dan sinergi,” kata Nana Sudjana.

Sementara itu, Pemprov Jateng bersama KPU dan Bawaslu menargetkan partisipasi pemilih pada perhelatan Pilkada serentak 2024 mencapai 82 persen.

“Target saya ketika Pemilu lalu sebanyak 80 persen, alhamdulillah bisa tercapai 82,5 persen. Pilkada ini kita tingkatkan, karena pilkada ini masyarakat akan memilih bupati/walikota dan gubernurnya, sehingga kita harapkan minimal 82 persen,” katanya.

Terkait kesiapan, Pemprov Jateng dan kabupaten/kota serta penyelenggara Pemilu sudah siap mengawal proses pelaksanaan Pilkada di Jateng 2024 supaya berjalan dengan aman, lancar dan kondusif.

Nana mengaku, sengaja jauh-jauh hari menggelar rapat tersebut sebelum tahapan pendaftaran peserta Pilkada, supaya pemerintah kabupaten/kota menyiapkan segala sesuatunya dalam menghadapi Pilkada ini.

“Ini merupakan pilkada serentak pertama se-Indonesia, sehingga kesiapan perlu betul-betul dioptimalkan,” ungkapnya.

Dibeberkan Nana, ada empat indikator kesuksesan Pilkada. Meliputi partisipasi masyarakat yang tinggi, kondusivitas wilayah, penyelenggaraan tahapan Pilkada terlaksana dengan baik, dan pelaksanaan pemerintahan tetep berjalan baik.

Share this Article