Ad imageAd image

Piagam Palsu Ketahuan Digunakan Buat Daftar PPDB SMA Negeri Jateng, Kok Bisa?

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 86 Views
2 Min Read
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah. (Foto: Dok. Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengakui menemukan piagam yang diduga palsu digunakan buat mendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri tahun 2024.

Kepala Disdikbud Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah mengatakan, temuan piagam diduga palsu di sistem PPDB Jateng 2024 itu diketahui pada Kamis (27/6/2024)

Dia mengetahui hal tersebut usai menerima laporan dari Dinas Pariwisata dan Olahraga (Dinporapar). Piagam yang diduga palsu ini dikeluarkan di salah satu SMP negeri di Kota Semarang.

“Kronologinya Dinporapar pas Rabu (26/6/2024) dapat aduan dari masyarakat terkait dugaan piagam kejuaraan palsu, diklarifikasilah (SMP yang mengeluarkan) kemudian disampaikan ke kami tanggal 27,” ujarnya saat dihubungi wartawan, belum lama ini.

Berdasarkan klarifikasi yang Disdikbud terima, bahwa piagam tersebut tidak benar secara kejuaraan. Diduga, piagam telah dimanipulasi orang tua murid sebelum akhirnya dimintakan legalisir ke sekolah terkait dan Dinporapar.

“Nama kejuaraannya benar, marching band di Malaysia, ada kejuaraanya, tapi yang tak benar, perolehannya. Jadi lombanya ada, juaranya 3, tapi yang bersangkutan mengakui piagam yang dimintai legalitasi buatan sendiri, juara 1,” jelasnya.

Kendati dimanipulasi, Dinporapar dan SMP terkait yang juga sama-sama kecolongan atau tetap memberikan legalisir membuat piagam marching band tersebut lolos dari pengecekan di sistem PPDB Jateng 2024.

Sebab, kata Uswatun, secara petunjuk teknis (Juknis), selama ada piagam dan surat keterangan dari sekolah, maka keabsahannya dianggap benar.

“Mengapa piagam tetap masuk? Karena ada absahan kepala sekolah dan legalitas Diporapar. Secara dokumen resmi keabsahaanya, tapi kebenarannya,” kata dia.

Saat ditanya ada berapa piagam marching band yang diduga palsu, dia belum bisa memberi jawaban secara pasti. Pasalnya sampai saat ini, data-data pendukung lainnya masih terus dikumpulkan.

“Jumlahnya berapa, tersebar di sekolah mana saja, walimuridnya siapa belum tahu. Dan tim sudah turun menangani,” ucap Uswatun.

Share this Article