Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Perusahaan Migas Kelas Dunia Kembali Lirik Indonesia, Skema Kontrak Fleksibel Jadi Daya Tarik
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Nasional

Perusahaan Migas Kelas Dunia Kembali Lirik Indonesia, Skema Kontrak Fleksibel Jadi Daya Tarik

By Redaksi Indoraya
Selasa, 23 Des 2025
Share
3 Min Read
Ilstrasi perusahaan migas. (Foto: istimewa)
SHARE

INDORAYA – Minat perusahaan migas kelas dunia untuk berinvestasi di sektor hulu minyak dan gas bumi Indonesia kembali menguat. Pemerintah menilai ketertarikan tersebut muncul seiring perbaikan iklim investasi yang semakin kompetitif dan fleksibel, sehingga mendorong kembalinya pemain global yang sebelumnya sempat meninggalkan Indonesia.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, ketertarikan investor asing meningkat setelah pemerintah menjalankan kebijakan kontrak kerja sama yang lebih adaptif, khususnya dengan menghidupkan kembali skema kontrak bagi hasil Production Sharing Contract (PSC) cost recovery di samping tetap mempertahankan skema Gross Split.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan, kebijakan tersebut membuat iklim fiskal sektor migas Indonesia kembali kompetitif di mata investor global.

“Sebelumnya yang PSC ini sudah kita batasi, kita lebih berpihak kepada Gross Split. Tapi sekarang dua-duanya kita jalankan dan diberikan insentif-insentif. Sehingga pelaku-pelaku lama yang dulunya sudah keluar tertarik untuk kembali. Seperti itu, jadi kita melihat di fiscal term-nya menarik, mereka mau balik,” kata dia di Jakarta, dikutip Selasa (23/12/2025).

Menurut Laode, Indonesia masih menjadi destinasi yang menjanjikan bagi perusahaan migas internasional. Ketertarikan investor datang dari berbagai kawasan, mulai dari Eropa, Asia, hingga Timur Tengah.

“Kalau kita lihat di negara kita ini kan ada dari Itali, ENI. Kemudian tetangga kita Petronas ada, PetroChina ada. Kemudian dari Timur Tengah ada Mubadala. Jadi banyaklah negara-negara dari luar,” ujar Laode.

Sinyal positif tersebut juga diperkuat oleh data dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas). Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebutkan, terdapat sedikitnya 25 perusahaan yang menunjukkan minat masuk ke proyek migas Indonesia, termasuk perusahaan migas papan atas dunia.

“Ada Total. Chevron sudah komit untuk datang dan lihat mana yang besar-besar. Shell juga alhamdulillah. Keren kan?,” kata Djoko saat ditemui di sela acara The 49th IPA Convention and Exhibition di ICE BSD, Tangerang, Selasa (20/5/2025).

Djoko menilai, ketertarikan perusahaan-perusahaan global tersebut menjadi indikator kuat bahwa daya saing investasi migas Indonesia masih sangat tinggi. Selain itu, potensi sumber daya migas nasional dinilai masih besar dan layak dikembangkan dengan teknologi mutakhir.

Untuk memperkuat minat investor, SKK Migas saat ini juga fokus meningkatkan kualitas penyediaan data wilayah kerja agar lebih terbuka dan mudah diakses oleh calon investor.

“Kita juga sudah mulai ada regulasi untuk open data, teknologi makin maju dan mereka juga punya alat untuk melihat itu sehingga mereka tertarik. Terus fiscal terms kita juga sangat fleksibel sekarang, dari segi perizinan juga pemerintah support sekali dan kita jelas targetnya untuk naikin produksi dan welcome untuk semua teknologi untuk naikin produksi. Itu yang buat mereka tertarik,” katanya.

TAGGED:Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)Perusahaan Migas Kelas Dunia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • 14 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng, Tampung 1.275 Siswa Miskin Selasa, 13 Jan 2026
  • Jembatan 45 Meter Bakal Dibangun, Jadi Akses Menuju Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Semarang Selasa, 13 Jan 2026
  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Nasional

Bulog Siapkan Distribusi 1,5 Juta Ton Beras SPHP Sepanjang 2026, Janji Penyaluran Tak Lagi Terputus

Senin, 12 Jan 2026
Nasional

Awal Ramadan 1447 H Berpotensi Berbeda, Kemenag Tegaskan Penentuan Tunggu Sidang Isbat

Senin, 12 Jan 2026
Nasional

Kemenhaj Mulai Diklat PPIH Arab Saudi 2026, Perkuat Kesiapan Layanan Jemaah Haji

Minggu, 11 Jan 2026
Nasional

WALHI Tolak Proyek Sampah Jadi Energi, Nilai Dampak dan Beban Negara Tak Sebanding

Jumat, 09 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?