Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Perum Bulog Nilai Wacana Beras Satu Harga Perlu Dukungan Margin Operasional
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Ekonomi

Perum Bulog Nilai Wacana Beras Satu Harga Perlu Dukungan Margin Operasional

By Redaksi Indoraya
Selasa, 30 Des 2025
1 View
Share
2 Min Read
Ilustrasi beras. (Foto: istimewa)
SHARE

INDORAYA – Perum Bulog menilai wacana pemerintah terkait penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras satu harga membutuhkan dukungan kebijakan lanjutan agar dapat berjalan efektif di lapangan. Salah satu faktor krusial yang disoroti adalah penguatan aspek pembiayaan operasional dan logistik.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, penerapan beras satu harga dari Sabang sampai Merauke tidak bisa dilepaskan dari besaran margin keuntungan yang diterima Bulog sebagai operator pangan nasional. Saat ini, margin fee yang berlaku dinilai belum memadai untuk menutup beban distribusi.

Ahmad Rizal menyampaikan, Perum Bulog tengah mengusulkan penyesuaian margin fee menjadi sebesar 10 persen. Menurutnya, margin yang berlaku saat ini hanya Rp 50 per kilogram dan belum mampu memberikan keuntungan yang layak bagi perusahaan.

Kondisi tersebut membuat Bulog terus mengalami tekanan keuangan, karena keuntungan per kilogram beras yang hanya Rp 50 tidak sebanding dengan biaya logistik dan operasional yang harus ditanggung. Situasi ini dinilai menghambat optimalisasi peran Bulog dalam menjaga stabilitas harga beras nasional.

Apabila usulan kenaikan margin fee 10 persen disetujui, Ahmad Rizal meyakini dampaknya akan signifikan terhadap kelancaran distribusi beras ke seluruh wilayah Indonesia.

“Harapannya, beras bisa satu harga dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (29/12/2025).

Ia menambahkan, margin yang berlaku saat ini semakin memberatkan Bulog karena di tengah penugasan pemerintah, perusahaan juga harus menanggung bunga pinjaman dari bank Himbara yang nilainya cukup tinggi.

Dengan adanya penyesuaian margin fee, kinerja keuangan Bulog dinilai berpotensi kembali sehat. Ahmad Rizal menyebut, jika usulan tersebut terealisasi, Bulog bisa memperoleh keuntungan hingga Rp 2,1 triliun.

“Nah Rp 2,1 triliun itu harapannya, itu pertama, satu, bisa untuk yang beras satu harga dari Sabang sampai Merauke, untuk nutupin itu (operasional dan logistik),” ungkapnya.

Selain mendukung kebijakan harga beras satu harga, peningkatan margin fee juga diharapkan mendorong kemandirian keuangan Bulog. Selama ini, pembangunan maupun rehabilitasi gudang masih bergantung pada dukungan anggaran pemerintah.

“Tapi kalau udah ada margin ini kan dia bisa rehab sendiri, bangun sendiri,” pungkasnya.

TAGGED:Harga Beraskebijakan beras satu hargaPerum Bulog
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Jateng–Jepang Kolaborasi Benahi Danau Rawa Pening Semarang, Dorong Green Economy dan Investasi Lingkungan Rabu, 11 Feb 2026
  • Ahmad Luthfi Beberkan Program Pelestarian Lingkungan Jateng, dari Mageri Segoro hingga Zero Sampah 2029 Rabu, 11 Feb 2026
  • Setahun Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Backlog Rumah di Jawa Tengah Turun 274.514 Unit Rabu, 11 Feb 2026
  • Pemprov Jateng Perkuat Pariwisata Lewat Kolaborasi dengan Hotel dan Restoran Rabu, 11 Feb 2026
  • Menuju Zero Sampah 2029, Ahmad Luthfi Gencarkan Gerakan Bersih dari Lingkungan Terkecil di Jawa Tengah Rabu, 11 Feb 2026
  • Tanah Bergerak di Tembalang Semarang Meluas, 10 Rumah Warga Kampung Sekip Rusak Rabu, 11 Feb 2026
  • Ekonomi Jateng Kian Melesat, Dunia Usaha Optimistis Sambut 2026 Rabu, 11 Feb 2026

Berita Lainnya

Ekonomi

Ekonomi Jateng Kian Melesat, Dunia Usaha Optimistis Sambut 2026

Rabu, 11 Feb 2026
Ekonomi

Kementerian Haji Usulkan Anggaran 2026 Rp3,1 Triliun untuk Persiapan Haji Tahun Depan 

Rabu, 11 Feb 2026
Ekonomi

Pemprov Jateng Susun Strategi Pelaksanaan APBD 2026, Fokus Efisiensi Belanja dan Optimalisasi Pendapatan

Selasa, 10 Feb 2026
Ekonomi

Washington Post PHK 300 Jurnalis, CEO Will Lewis Mundur di Tengah Krisis Internal

Senin, 09 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?