INDORAYA – Kick off Penanaman Hutan Lestari Pertamina di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Universitas Diponegoro (KHDTK Undip) digelar pada Kamis (11/12/2025), ditandai dengan penanaman 48 ribu pohon produktif dan tanaman keras di kawasan Hutan Pendidikan Wana Dipa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Program konservasi ini merupakan kolaborasi Pertamina Foundation dengan Universitas Diponegoro (UNDIP) untuk memulihkan area hulu DAS Babon dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Komisaris Independen PT Pertamina, Condro Kirono mengatakan, program Hutan Lestari merupakan bagian dari komitmen Pertamina terhadap pelestarian lingkungan.
“Kali ini kita bekerja sama dengan UNDIP, Beliau (Undip) mempunyai lahan kurang lebih 100 hektar. Oleh karenanya hutan yang ada di sini harus semakin kita perbanyak dan lestarikan kawasan-kawasan yang terdegradasi,” ujarnya.
Pertamina menyumbangkan 48 ribu batang pohon yang terdiri dari tanaman keras dan tanaman produktif seperti alpukat, nangka, kelengkeng, dan mangga.
“Rata-rata di tempat-tempat ini masyarakat tingkat kesejahteraannya harus kita tingkatkan, kita minta masyarakat menanam yang berbuahnya cukup 2 setengah tahun seperti alpukat, mangga, nangka,” jelas Condro.
Ia menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi prinsip Environmental Social Governance (ESG) dalam bisnis Pertamina.
“Tantangan perubahan iklim ini sudah tidak bisa diprediksi, perusahaan energi harus menerapkan environmental social governance,” tambahnya.
Rektor UNDIP, Prof. Suharnomo menyampaikan bahwa KHDTK Wana Dipa seluas hampir 100 hektar kini menjadi pusat riset, konservasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Dari Pertamina, membantu kita 48.000 tanaman produktif. Kampus kolaborasi dengan Pertamina bisa melestarikan hutan di hulu ini sehingga kita tidak terlalu membebani yang ada di hilir,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa bibit yang diberikan sudah berukuran besar sehingga diperkirakan mulai berbuah dalam 3–5 tahun. Selain untuk vegetasi dan konservasi, kawasan ini dimanfaatkan mahasiswa sebagai laboratorium alam bagi berbagai riset.
Sementara itu, warga dari dua desa, yaitu Desa Susukan dan Meluay, sekitar 2.001 jiwa, mendapat manfaat langsung melalui pemanfaatan dan perawatan kawasan tanam.
Muhammad Kamsani, petani hutan sekaligus Ketua RW setempat, mengatakan bahwa hutan Wana Dipa menjadi sumber penghasilan utama.
“Saya petani KHDTK Undip, penghasilan sehari-hari nyekolahkan anak dan sebagainya dari hutan, buah-buahan seperti pisang itu hasil saya,” jelasnya.
Ia menggarap sekitar 20 hektar lahan bersama kelompoknya dan menyebut penghijauan sangat vital karena tanah di Kaligawe cenderung labil.
“Saya prioritaskan untuk penghijauan, kegiatan UNDIP sangat mendukung apapun yang ada di kegiatan ini,” katanya.
Melalui program ini, Pertamina dan UNDIP menargetkan terbentuknya ekosistem berkelanjutan yang mampu memulihkan hulu DAS Babon sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat melalui UMKM berbasis hasil tanaman produktif.
Adapun kick-off penanaman ini menjadi awal kerja sama jangka panjang pelestarian KHDTK Wana Dipa sebagai kawasan riset, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat di Jawa Tengah.


